Bi-Han, ex-Sub-Zero yang menjadi Noob Saibot, dikenal sebagai antagonis ikonik di Mortal Kombat sejak 1992. Sebelumnya sebagai ninja Lin Kuei yang dingin, dia berubah menjadi raksasa pengendali bayangan setelah mematir Scorpion di turnamen pertama. Nama ini tetap menjadi topik obrolan fans hingga kini.
Sebelum berubah, Bi-Han dikenal sebagai pembunuh terbaik Lin Kuei dengan keterbatasan emosi. Ia penasaran tapi konsisten: menerima misi, mencari uang, selesai. Bahkan saat membantu Quan Chi mengambil amulet Shinnok, dia sepakata, “Saya cuma bekerja.”
Sisa nurani kecil Bi-Han tetap ada, seperti saat ia merasa bersalah setelah ditelusuri Raiden. Dia mencoba mengembalikan kesalahan dengan pergi ke Netherrealm. Namun, dalam Mortal Kombat, satu kesalahan besar bisa membuka tuntutan baru. Itulah yang terjadi padanya.
Noob Saibot bukan cuma racun atau gila. Statusnya sebagai “versi rusak” Bi-Han bikin dia lebih agresif. Kehatedhiannya terhadap Shirai Ryu dan penolakan perdamaian bikin aksinya terlihat ekstrim. Meski begitu, dia menghina Scorpion di depan saibot tanpa jiwa, langkah yang bikin masalah lebih besar.
Di timeline terkini, Bi-Han lebih ambisius. Dia prioritas kekuatan daripada tugas, merasa ayahnya menghalangi potensi Tanggal. Frustrasi bikin dia membiarkan ayahnya perjuangkan kecelakaan, lalu mengkhianati Earthrealm untuk bergabung dengan Shang Tsung. Karena karakter yang hidup hanya untuk升级, ia masuk daftar paling utama.
Hubungannya dengan Kuai Liang sangat tajam. Bi-Han tegas bahwa mereka bukan saudara. Kalimat terkenalnya, “Kami berbadan. Kami bukan saudara,” menjadi bukti bahwa konflik mereka tentang identitas, harga diri, dan warisan keluarga.
Penampilan Noob Saibot juga mengalami perubahan. Dari warna hitam cuka Scorpion dan Sub-Zero, desainnya bertambah khas: kulit kering hitam, mata putih menyala, tudung gelap yang bikin aura mengkhawatirkan. Desain sederhana tapi efektif.
Pengecaken suara dan aktor yang memerankan Noob Saibot sangat panjang. Daniel Pesina di game pertama dan II, Richard Divizio di Mortal Kombat 3, John Turk dari Ultimate Mortal Kombat 3 sampai Mortal Kombat 4, dan Ed Boon di Deception. Di film 2021, Joe Taslim memerankan Sub-Zero, menguji dimensi peran karakter ini di luar dunia game.
Kekuatan Noob Saibot tidak cuma fisik. Saat Sub-Zero, ia menguasai es hingga tingkat yang jauh lebih tinggi dari Kuai Liang. Bisa membekukan lawan dengan sentuhan, membekukan udara, membuat tubuh musuh berkeping. Setelah menjadi Noob, fokus kekuatannya bergeser ke bayangan dan wraith: menghilang, teleportasi, memanggil doppelganger bernama Saibot, hingga menangkap lawan lewat proyektil.
Fisiknya sangat kuat. Kekuatan super, kecepatan, refleks, daya tahan, regenerasi, keabadian, dan manipulasi kegelapan ada di dalamnya. Tambahkan teleportasi, portal, perjalanan dimensi, dan proyeksi energi, hasilnya jelas: Noob Saibot bukan cuma ninja hitam. Dia ancaman berat yang main di level terpenting.
Sifatnya—————
Noob Saibot jarang punya ruang buat rempex. Ia arogan, sadis, dan suka melihat diri sebagai ciptaan sempurna dari Quan Chi. Di Mortal Kombat 11, ia menunjukkan sikap sensis saat berinteraksi dengan Frost, tapi tetap mengakui Kuai Liang bakal jadi Grandmaster yang lebih baik. Ada sisa hormat? Mungkin sedikit, tapi tidak bikin dia lembek.
Noob Saibot tetap jadi karakter mudah dikenali karena satu hal: dia bukan cuma “Sub-Zero versi gelap.” ia adalah Bi-Han yang kehilangan batas, lalu memilih bayangan sebagai rumah baru. Kalau kamu penasaran kenapa nama ini terus dibahas, jawabannya ada di satu detail konkret: ia berulang kali ingin menguasai Netherrealm, bukan sekadar menang duel.
Baca juga games lainnya di Info game terbaru atau cek review mobile legends lainnya.

Penulis Berpengalaman 5 tahun.