Kota Tasikmalaya Hadapi Darurat Sampah! Waktu untuk Inovasi Pengelolaan Sampah dengan Teknologi Pengolahan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Masalah pengelolaan sampah di Tasikmalaya mengalami penumpukan setelah penumpukan terjadi akibat aksi tidak bertanggung jawab petugas pengangkutan. Krisis ini memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk pejabat pusat dan legislatif, yang menilai sistem pengelolaan masih kurang optimal di tengah peningkatan produk sampah.

Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengakui gangguan layanan pengangkutan sampah selama dua hingga tiga hari. Hasilnya, sampah menumpuk di beberapa lokasi sebelum kembali ke kondisi normal. Diky menyatakan, masalah ini tidak bisa diatasi dengan pola lama yang mengandalkan pengangkutan tiap hari. Solusi tergantung pada tim yang aktif mengangkat sampah ke pusat dan provinsi, bukan hanya meminta bantuan.

Pengelolaan sampah juga memerlukan kolaborasi multilateral, termasuk pemerintah pusat, provinsi, dan BUMN, untuk mendukung teknologi pengolahan. Administrasi penanganan sampah masih terbentur kewenangan tanda tangan pejabat, sehingga prosesnya tidak efisien.

Wakil Ketua DPRD Tasikmalaya H Wahid menilai, peningkatan produk sampah harus dihadapi dengan inovasi pengangkutan. Namun, kekurangan armada dan kreativitas tetap menjadi tantangan. Kerja sama dengan mahasiswa dan pemerhati lingkungan juga perlu diperkuat.

Solusi lingkungan harus fokus pada kerja sama cepat dan teknologi. Semua pihak, termasuk pemerintah daerah, harus berkomitmen untuk mengatasi akumulasikan sampah dengan strategi inovatif. Masukkan pengetahuan, dukung program, dan semangat perubahan bisa menjadi titik balik lingkungan yang lebih bersih.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan