Pengantaran Kekerasan di Kampus Antisipasi dengan Pendampingan Komprehensif oleh Unitas

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.ID — Masalah kekerasan di lingkungan kampus sudah tidak dianggap sebagai ancaman yang hanya terjadi di luar. Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) memutuskan untuk memasang sistem pantang darurat melalui kerja sama strategis.

Rabu (6/5), Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unitas resmi menandatangani kerja sama dengan Taman Jingga.

Penjaga Satgas PPKPT Unitas, Dr. Ecep Nurjamal S.H., M.H., menjelaskan, kolaborasi ini bukan hanya pertemuan MoU, melainkan usaha konkret untuk memperkuat sistem penanganan kekerasan yang lebih cepat merespons.

“Kami meminta bantuan ahli, terutama psikolog, untuk memperkuat teknik penanganan dan pencegahan kekerasan, baik fisik maupun psikis di lingkungan kampus,” ujarnya.

Tujuan ini adalah menciptakan lingkungan kampus yang siap menghadapi masalah keamanan dengan cepat.

Rektor Unitas, Dr. Ade Zenul, M.Pd., menekankan kerja sama ini sebagai langkah strategis membangun lingkungan kampus yang aman dan manusiawi.

Menurutnya, kampus bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan peradaban.

“Kami berkomitmen untuk toleransi nol terhadap segala bentuk kekerasan. Pencegahan, penanganan, hingga pendampingan korban harus dilakukan secara profesional dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Taman Jingga, Ipa Zumrotul Falihah, menyambut kerja sama ini dengan harap.

Ia menyatakan kesiapan lembaganya untuk membantu langsung dalam penanganan kasus, mulai dari pendampingan hukum, konseling psikologis, hingga intervensi sosial di lapangan.

“Taman Jingga memiliki tim lengkap, termasuk advokat, psikolog, hingga tenaga sosial. Kami siap mendampingi korban dan aktif dalam upaya preventif seperti sosialisasi dan kampanye di lingkungan kampus,” jelasnya.

Kerja sama ini diharapkan dapat menekan angka kekerasan yang mulai sering muncul di lingkungan perguruan tinggi.

Dengan pendekatan profesional dan kolaboratif, Unitas berharap kampus bisa menjadi “rumah bersama” yang benar-benar aman, bukan hanya slogan di spanduk.

(rezza rizaldi)

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan