Eks-Sesi Masih Ada: Hasil Rekonstruksi BPN Tasikmalaya di Sarana Olahraga Jalan Djuanda

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Thecuy.com — Proyek sarana olahraga di Jalan Djuanda Kota Tasikmalaya yang awal一度 diumumkan sebagai pelaksanaan untuk kemanfaatan umum justru menjadi sumber kontroversi setelah hasil pengukuran ulang lahan mengungkapkan eksis ex selokan yang “berhenti”.

DPRD Kota Tasikmalaya mengakui bahwa kekerasan lahan yang sebelumnya dianggap hilang masih berdampak. Proses reconstruksi ini dilakukan BPN sehari sebelumnya, dan hasilnya diumumkan dalam rapat DPRD Kamis (6/5/2026).

“Data BPN menunjukkan eks selokan masih terdeteksi di lokasi tersebut,” menjelaskan Kepala DPRD Tasikmalaya, H Aslim. Penyimpangan ini menggeser asumpsi yang lama tentang keterbatasan aliran air yang “langsung hilang”.

Ketua Komisi III DPRD, Anang Sapaat, menjelaskan bahwa semua data telah dikumpulkan dan sedang menunggu sinkronisasi dengan sistem BPN dan ATR. Proses “tes DNA” ini bertujuan memastikan batas lahan sebenarnya sesuai perencanaan.

Tapi, komunitas Radikal Peduli Lingkungan (KRPL) mengkritik proses ini. Habibudin, pemimpin KRPL, menyarankan bahwa kesalahan administrasi ini bisa berujung pidana jika tidak diawasi. “Transparansi harus menjadi prioritas,” kata ia.

Pihak pengembang bersikap terbuka terhadap evaluasi. Mochamad Ismail, penggantinya, menyatakan siap memenuhi persyaratan hukum atau administratif. Namun, kontroversi masih makin mengembang seiring diskusi di meja bawahan.

Data terbaru dari survei masyarakat lokal menunjukkan 70% responden mengkhawatirkan dampak lingkungan yang belum terterang. Sementara itu, analisis teknis BPN menegaskan eks selokan tersebut masih berpotensi mempengaruhi aliran air di area kritis.

Kasus ini mengingatkan bahwa proyek publik yang melibatkan infrastruktur kritis memerlukan pengawasan ketat. Pelaksanaan tanpa penuh penyerapan dampak lingkungan bisa menjadi risiko bagi ketahanan umum.

Layanan infrastruktur seperti ex selokan tidak boleh menjadi solusi pasif. Perlu evaluasi holistik yang melibatkan berbagai kekuatan untuk mencegah konflik yang lebih besar nantinya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan