Besarnya Modal Politik, Respon Publik yang Minim: Kinerja Viman yang Dikenal Pengamatan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya berhadapan dengan pengujian kepemimpinan Wali Kota Viman Alfarizi. Aspek ekspektasi masyarakat mulai menjadi bahan pengamatan, terutama dari pejabat kebijakan anggaran Nandang Suherman. Ekspektasi tersebut tinggi sejak awal, didasarkan pada tiga kekuatan yang dimiliki mayor: usia muda yang dinilai kreatif, fondasi finansial yang kuat, serta dukungan politik yang luas.

Sorotan kritik Nandang fokus pada kesenjangan antara miripan dan tindakan nyata. Ia menilai respons terhadap kritik masyarakat masih terbatas, baik melalui media sosial maupun aksi langsung. Meski mayor dinilai rutin mengaktifkan pengunjung lapangan, respon terhadap komentar warga sering terlalu symbolic tanpa solusi konkret. Pola komunikasi yang diutakkan juga dianggap repetitif dan kurang mampu menyentuh isu kunci yang diungkapkan rakyat.

Berkait ini, keuangan daerah tidak terlihat mengalami peningkatan signifikan. Upaya peningkatan kapasitas anggaran, mencari bantuan pusat, atau memanfaatkan PAD belum memberikan hasil yang relevan. Nandang menilai strategi yang berdampak lebih berfokus pada aspek aman daripada inovatif. Kritik ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan besar memerlukan keberanian mengambil langkah berani.

Setelah setahun jabatan, Nandang belum merasakan perubahan yang terasa berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya. Kewenangan yang dimiliki masih terlihat tidak terpapar dalam kebijakan nyata. Risiko ekspektasi masyarakat menurun terus berdampak jika kondisi tidak segera diperbaiki. Mayor dinyatakan membenahi birokrasi dengan prinsip penugasan otomatis, meningkatkan kinerja ASN, serta memanfaatkan kekuatan politik untuk peningkatan ekonomi lokal.

Dampak jangka panjang membutuhkan konsistensi antara narasi kampanye dan tindakan nyata. Transparansi dalam proses pengambilan keputusan serta keterlibatan lebih luas rakyat menjadi kunci untuk membangun kepercayaan. Tanpa ini, risiko frustrasi masyarakat semakin tinggi. Keberagaman dinamika kebijakan dan komunikasi menjadi kekuatan yang perlu dioptimalkan untuk menciptakan perubahan yang berdampak positif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan