Waspada! Jemaah Haji di Kota Tasikmalaya yang mengalami penipuan digital dengan modusnya makin halus.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA—Di tengah persiapan keberangkatan Kloter 20 di 5 Mei 2026, calon jemaah menghadapi ancaman baru yang lebih canggih. Kementerian Haji dan Umrah Kota Tasikmalaya menyoroti risiko penipuan digital yang memanfaatkan ketersedihan saat persiapan administrasi.

Pihak berwenang memperingatkan masyarakat agar tidak mudah tertipu melalui pesan atau panggilan yang memangkas. Penipu sering menggunakan narasi seolah-olah berhubungan dengan kebutuhan administratif, seperti permintaan kartu nusuk atau informasi perjalanan. Metode ini sangat presisi, memicu rasa khawatir dan memaksimalkan kepercayaan kalangan haji.

“Jangan pernah membagikan data pribadi atau menerima permintaan uang melalui media pribadi,” menyoroti Husna Mustopa. Proses resmi selalu dilakukan melalui jalur resmi, tanpa kebutuhan informasi tambahan dari pihak ketiga. Jika ada yang mengorbankan nama instansi pemerintah atau Dinas Kependudukan untuk meminta dukungan, itu sebesar-pesu penipuan.

Data menunjukkan lima kasus calon haji di Tasikmalaya yang sudah terlibat dalam transaksi mencurigakan. Pola ini tidak hanya terbatas di kota ini, tetapi sudah meresap ke daerah lain. Polisi menyarankan verifikasi melalui situs resmi atau kontak langsung instansi terkait sebelum melanjutkan transaksi.

Persiapan Kloter 20 tetap berjalan lancar. Total 441 calon haji dan petugas telah menyelesaikan administratif. Namun, ketahuan dan waspada tetap jadi prioritas. Di era digital, informasi yang terlihat resmi bisa saja tersangka.

Setiap pelajar haji harus mengingat bahwa teknologi tidak selalu menjadi pelindung. Ancaman cenderung meningkat di masa pandemi dan masa persiapan ibadah. Kita harus berkolaborasi—bukan hanya melaporan aktivitas mencurigakan, tetapi juga mendukung mekanisme verifikasi resmi. Karena keamanan pelukan spiritual dan fisik mulai dari kesadaran bersama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan