Aksi May Day di Banjar, buruh tuntut upah layak, dan menghapus 12 jam kerja hingga perlindungan dari PHK

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Aliansi buruhKota Banjar memastikan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di halaman Pendopo Kota Banjar. Masa-masa beragama ini, mereka menyampaikan tuntutan ke pemerintah melalui koordinator lapangan dan perwakilan buruh. Kebutuhan mereka mencakup penolakan upah yang terlalu rendah di bawah UMK Kota Banjar, penghapusan sistem kerja dengan upah borongan hasil, serta peningkatan hak buruh sesuai perundang-undangan.

Endang, koordinator aksi, menekankan tuntutan untuk menghapus jam kerja 12 jam. Mereka juga meminta peningkatan kinerja Disnaker Kota Banjar dan perlindungan bagi buruh migran. “Selain itu, kami ingin melihat permenaker yang lebih adil,” ujarnya.

Perwakilan lain, Tony, kritik pada fokus pemerintah pada menarik investor dari luar daerah. “Kami minta bantuan lebih besar bagi usaha lokal Banjar agar bisa berkembang bersama,” katanya.

Wali Kota Banjar H Sudarsono menyatakan akan membuka dialog dengan paruh buruh untuk memahami aspirasi mereka. “Permasalahan hanya bisa diselesaikan dengan diskusi bersama,” tegasnya.

Aliansi juga meminta penghapusan pajak THR, JHT, dan pensiun, serta pemberantasan korupsi melalui RUU perampasan aset.

Bukti dari aksi ini, masyarakat merayakan dengan demonstrasi di halaman Pemerintah.

Pembaruan data terkini menunjukkan bahwa upaya pemerintah untuk menarik investor memang meningkatkan lapangan kerja, tetapi kebutuhan buruh lokal tetap semakin ketat. Studi kasus di kota lain menunjukkan bahwa kehadiran investor without proper worker protection sering memicu ketidakadilan.

Infografis menunjukkan bahwa 70% pekerja di Kota Banjar merasa upah tidak memenuhi standar hidup.

Ketika para pemimpin dan masyarakat melamar permintaan, ini menjadi peluang untuk mengembangkan kebijakan yang lebih inklusif.

Aksi May Day ini menunjukkan bahwa kekuatan kolektif dapat memengaruhi kebijakan. Semua pihak harus bersahabat untuk memastikan hak buruh diakui.

May Day bukan hanya hari peringatan, tetapi panggilan untuk membangun perdamaian sosial. Semua orang harus berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan berkesinapan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan