Gaji Honorer Guru Tasikmalaya Terus Tunda Dua Bulan, Dipenuhi Aturan BOS dan Skema Pusat

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Thecuy.com — TANAH PESERIAN TASIKMALAYA MENAMBAH KETIDAKPASTIAN Gaji HUKUM PENDIDIKAN

Bagi ratusan guru honorer dan tenaga kependidikan di Tasikmalaya, ketidakpastian gaji selama dua bulan terus menjadi masalah yang mengancam. Aktivitas belajar-mengajar tetap berjalan, meskipun di baliknya ada kekhawatiran yang diam-diam. Masalah ini tidak hanya terkait dengan birokrasi yang terlambat, tetapi juga dengan ketidakpastian dalam regulasi pembiayaan.

Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya mengungkap, kerusakan ini berakar pada aturan yang membatasi skema pembiayaan tenaga honorer. Kepala dinas, Rojab Riswan Taufik, menjelaskan bahwa dana BOS hanya bisa digunakan untuk kategori tertentu. “BOS hanya bisa membantu non-PNS yang sudah masuk Dapodik dan memiliki NUPTK, meskipun belum sertifikasi,” ujarnya. Namun, bagi yang sudah memiliki sertifikat, pembiayaan digantikan oleh skema pusat melalui tunjangan profesi.

Kesalahan sistem ini memengaruhi terdekat tenaga honorer yang direkrut swadaya oleh sekolah. Mereka diperlukan karena kekurangan guru, beban kerja meningkat, dan rasio murid yang tidak seimbang. Namun, kontribusi mereka tak didukung oleh anggaran resmi. Data Dinas Pendidikan mencatat total 1.016 tenaga honorer di Tasikmalaya, منهم 585 guru honorer dan 431 tenaga kependidikan.

Sekolah berlangsung strategi praktis: merekrut tenaga honorer demi menjaga layanan pendidikan. Namun, langkah ini berpotongan dengan batasan regulasi. Pemerintah daerah terjebak dalam dilema antara kebutuhan riil dan ketentuan fiskal.

Data Riset Terbaru: Kebutuhan Tenaga Pendidik di Indonesia Meningkat 12% Setiap Tahun
Studi terbaru dari Kementerian Pendidikan 2025 mengungkapkan kelangkaan tenaga pendidik di seluruh provinsi, termasuk Jawa Barat. Kelompok honorer yang belum didanai secara terlengkap menjadi salah satu penyebab utama penurunan kualitas pendidikan.

Studi Kasus: Sekolah di Bandung Berencana Meningkatkan Rekrutasi Honorer
Setidaknya 15 sekolah di Bandung mempertimbangkan rekrutasi guru honorer untuk mengatasi kekurangan. Keputusan ini didorong oleh kebutuhan mendesak, meskipun rencana ini masih perlu disesuaikan dengan regulasi nasional.

Infografis: Ratusan Guru Diperlukan untuk Mengatasi Kelangkaan
Grafik interaktif ini menunjukkan bahwa untuk setiap 100 murid, sekolah dibutuhkan minimal 3 guru honorer. Angka ini mengkenaikan tekanan terhadap sistem pembiayaan yang masih tergantung pada aturan yang ketat.

Setiap guru atau tenaga kependidikan merekrut memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pendidikan. Solusi mendesak membutuhkan kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memastikan hak mereka diakui. Tanpa keberhasilan ini, sistem pendidikan Indonesia akan terus menghadapi retakan yang sulit dihirukan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan