Proyek SPAM dengan anggaran Rp432 juta di Cibalong Tasikmalaya terkena kritik, warga mengeluh karena belum dapat seterusnya perbaikan air mengalir

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

ProyekSPAM di Kecamatan Cibalong, Tasikmalaya, yang dibangun dengan budget Rp432,383 juta, masih tidak memberikan manfaat bagi masyarakat meski keramaian pekerjaan fisik sudah berlangsung sejak 2025. Warga seperti Yono Taryono dari Kampung Cijerah mengejar kondisi perpipaan yang belum mengalirkan air, meski sudah selesai dalam teori.

Proyek ini dilaksanakan oleh PUTRLH dengan koperasi dari berbagai instansi, termasuk CV Alektrona. Targetnya adalah menyediakan air bersih bagi 50 keluarga, tetapi hingga kini belum ada aliran air. Yono mengungkap perasaan frustasi: “Saya melihat pekerjaan ini tidak jelas. Sudah selesai sejak akhir tahun, tapi belum bisa digunakan.”

Kepala PUTRLH, Deden Ramdhan Nugraha, menjelaskan proyek masih dalam tahap pemeliharaan sebelum serah resmi. Ia merumus informasi yang viral tidak sepenuhnya akurat, karena secara teknis jaringan sudah bisa dioperasikan. Namun, realitanya penuh kontroversi karena pengaruh anggaran besar yang tidak sepenuhnya tercapai.

Kondisi ini memicu pertanyaan tentang efisiensi pengelolaan proyek infrastruktur. Meski dana besar, fasilitas tidak bisa digunakan, memengaruhi kepercayaan masyarakat. Perlu diperhatikan kolaborasi yang lebih transparan antara pemerintah dan eksekusi proyek.

Dengan anggaran yang signifikan, proyek ini seharusnya menjadi solusi bagi kebutuhan dasar. Namun, keadaannya mengajak perintah untuk mengevaluasi proses pengelolaan dan pengujian teknis sebelum serah.

Proyek seperti ini harus sebenarnya menjadi peraga untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan sekadar simbol anggaran yang besar. Semua pihak terkait harus lebih peduli pada realitanya agar fasilitas bisa sebenarnya efektif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan