TidakAda Lagi Warga yang Jaga, Jembatan Cirahong di Ciamis-Tasikmalaya Kini Berdua Arah, Pengendara Harus Sabar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jembatan Cirahong yang menghubungkan Ciamis dan Tasikmalaya sedang mengalami perubahan yang merendahkan keamanan pengendara. Hasil dari pengawasan yang tidak efektif, kendaraan dari kedua arah sekarang dapat masuk dan keluar secara bersamaan, sehingga ruang jalan terasa sempit. Warga Kombong, Wawan, yang berusia 50 tahun, mengungkapkan bahwa setelah penjaga ditiadkan, alur lalu lintas terputus dari sistem bergantian. Keadaan ini membuat jalan lebih terbuka untuk kendaraan dari Ciamis dan Tasikmalaya, terutama saat lalu lintas penuh.

“Kini jadi dua arah jalan tanpa pengendalian,” kata Wawan kepada Radar. “Jika mobil membawa barang, kadang berhenti sedikit untuk menghindari kendaraan lain. Lebih sempit daripada sebelumnya.” Penyebabnya adalah kekadangan kendaraan, terutama di akhir pekan. Di tengah jembatan, antrean sering terjadi hingga memicu ketimpangan. Beban yang tebal juga memicu kekhawatiran terhadap ketenangan konstruksi jembatan yang sudah lama.

Aspek keamanan semakin menjadi kekhawatiran. Minimnya pengawasan di lokasi dianggap berisiko, meskipun ada tanda penanda. “Jika ada penjaga, lebih aman,” ujarnya. Cuaca juga mempengaruhi kondisi jembatan. Papan kayu yang basah saat hujan turun menjadi licin, meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Wawan meminta penyerangan penegakan hukum dan peningkatan pengawasan. “Jembatan Cirahong mengingat keberadaan penjaga tetap diperlukan,” katanya. “Bukan hanya untuk keamanan, tetapi juga untuk mengatur alur kendaraan agar kembali bergantian.”

Kebutuhan pengawasan tetap krusial. Keberadaan penjaga dapat mencegah kecelakaan akibat alur lalu lintas yang terganggu. Jembatan yang tidak dilindungi memicu risiko, terutama di kondisi cuaca tidak menentu. Integrasi pengawasan secara konsisten diperlukan untuk menjaga ketenangan jalan.

Jembatan Cirahong harus dipertahankan dengan penyelesaian yang segera. Pengawasan yang efektif tidak boleh dilarang, karena keamanan dan efisiensi lalu lintas menjadi prioritas. Semua pihak terkait harus berkomitmen untuk mengecek ketenangan infrastruktur dan melengkapi pengawasan secara rutin. Hasilnya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terpencil di jalan Cirahong.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan