DLH Dipaksa Kerja Tanpa Batas Karena TPS Liar Menggurita di Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Masalah pembuangan sampah ilegal di Tasikmalaya terus menjadi tantangan kronis. Meskipun petugas dijawab, tumpukan sampah tetap muncul di lokasi seperti belakang Kantor Pemda, Jalan HZ Mustofa, atau Sekitar Situ Gede. Perkara ini tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga mengungkap ketidakadilanWinner dalam kebiasaan warga.

Setiap kali petugas berusaha membersihkan, pihak lain langsung “menyumbang” sampah di lokasi yang sama. Feri Arif Maulana, Kepala Bidang Penanganan Sampah, mengakui operasinya seperti mengerjakan tugas yang berulang dan tidak berkesan. Dua mobil pick-up dan satu truck dump hanya mampu mengangkat sampah sementara, sementara sumbernya terus terbaharui.

Kondisi ini didorong oleh kesadaran masyarakat yang masih terbatas. Meski fasilitas penanganan sampah ada, kebiasaan membuang sampah di tempat sembarangan tetap berlanjut. Selama beberapa minggu terakhir, petugas harus fokus pada titik-titik rawan yang sama, tanpa kesempatan untuk menghemat waktu atau tenaga.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH)计划 memperkuat pengawasan di lokasi kritis. Mereka juga siap meningkatkan koordinatoran dengan pihak lain, termasuk mempertimbangkan tindakan hukum terhadap pelanggar. Namun, solusi jangka panjang memerlukan perubahan kebiasaan masyarakat.

Sampah yang dibuang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengurangi nilai ekonomi lokasi. Di Tasikmalaya, masalah ini perlu diatasi bukan hanya dengan regulasi, tetapi juga melalui kampanye penguatan dukungan warga. Setiap individu memiliki peran dalam mencegah kebocoran sampah.

Tidak ada rahasia yang bisa memancarkan Tasikmalaya tanpa kolaborasi. Semua pihak, dari petugas hingga masyarakat, harus bersaing dalam upaya mempertahankan kebersihan. Siapa pun yang melihat sampah di lokasi sembarangan, jangan sembunyi. Bantu larutkan masalah ini sebelum itu lebih parah.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan