Pemkot Tasikmalaya Menangani Cuaca Ekstrem dengan Respons Cepat, Nihil Korban Jiwa

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Badan Pemerintah Kota Tasikmalaya telah segera meminati pengaruh cuaca ekstrem yang telah merangkup wilayah kota dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan penilaian langsung di lapangan, fenomena ini terindikasi sebagai angin puting beliung dengan dampak cukup signifikan di sejumlah titik.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengungkapkan bahwa ada sembilan lokasi pohon yang terjatuh, enam rumah warga mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga atap terbawa angin, empat tiang listrik roboh, serta satu rumah tersambar petir. โ€œIni bukan sekadar hujan dan angin biasa. Dari analisis di lapangan, kekuatan anginnya sangat tinggi hingga menyebabkan pohon-pohon sehat pun tumbang karena akarnya terangkat,โ€ ujarnya Sabtu (28/3/2026).

Meski belum ada korban jiwa atau luka, kondisi ini menjadi penanda kerusakan besar. sejak kejadian terjadi, tim gabungan dari pemerintah kota, kepolisian, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, PLN, Telkom, Tagana, serta operator telekomunikasi lainnya segera berlangganan untuk penanganan.

Di Paseh, listrik kembali normal pada pukul 04.00 WIB setelah perbaikan darurat. Di Balewiwitan, kerusakan oleh pohon tumbang yang memengaruhi warung dan jaringan telekom telah diselesaikan. Titik prioritas saat ini terletak di Stadion Dadaha, terutama kerusakan dinding benteng dan penanganan pohon di area tersebut.

โ€œKami sudah lakukan asesmen. Penanganan di Dadaha menjadi prioritas, terutama untuk perbaikan struktur dan memastikan keselamatan area,โ€ tegasnya. Selain itu, Pemkot juga sedang melakukan pendataan rumah warga terkena bencana sebagai dasar penyebaran bantuan. Proses ini dilakukan secara terkoordinasi lintas lembaga agar cepat dan tepat.

Dalam mitigasi, Wali Kota menginstruksikan pemangkasan pohon berpotensi bahaya serta penempatan petugas siaga di titik rawan. Di sisi lain, penanganan sampah pasca hari raya juga dipercepat agar armada pengangkut kembali beroperasi optimal.

Krisis cuaca ekstrem seperti ini mengingatkan kita untuk tetap siap menghadapi ancaman lingkungan yang tidak terduga. Kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait menjadi kunci melindungi kesejahteraan. Mari terus berkomitmen merumuskan solusi yang berkelanjutan untuk masa depan yang lebih aman.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan