Pertahanan Rumah Kosong dan Patroli Malam di Kota Tasikmalaya Bersembunyi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Thecuy.com — Pergerakan musim mudik bukan hanya memindahkan warga ke lokasi kampung halaman, tetapi juga memicu kesempatan ketidakaman bagi pelaku kejahatan. Dalam konteks ini, Satgas Preventif Operasi Lodaya 2026 melalui Unit Patroli Sabhara (UPS) Sat Samapta Polres Tasikmalaya Kota telah memperkuat patrolling malam di area perumahan, Rabu (25/3/2026) pukul esok pagi.

Fokus utama patrolling ini bersifat spesifik: memastikan rumah kosong yang diisi oleh mudik tetap aman. Lokasi yang biasanya berkinerasan aktivitas mendadak diburu pelaku kriminal, dan di sini risiko penangkapan criminel meningkat.

Sebagai langkah ketat, satpam mengejar lingkungan sekitar dengan penyelidikan mendalam. Mereka memeriksa setiap pintu, pintu masuk, hingga kondisi lingkungan sekitar untuk melindungi dari celah potensial. Penanganan dilakukan secara langsung, tanpa bergantung pada metode pasif.

Dukungan dari masyarakat juga menjadi faktor penting. Polisi berkoordinasi dengan pengurus RT/RW, satpam, serta warga tetap tinggal di rumah. Kolaborasi ini dirancang sebagai “tembok sosial” yang diharapkan bisa menutup ruang gerak pelaku kejahatan yang cenderung aktif pasca Lebaran.

Pemberitaan tentang imbauan kemanis juga disampaikan untuk memperingatkan warga. Masyarakat diminta tetap waspada, menjalankan patrolling mandiri di malam hari, dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan darurat 110.

AKP Hartono dari Polres Tasikmalaya Kota membenarkan patrolling ini bukan sekadar rutin tahunan, melainkan strategi preventif agar rumah kosong tidak menjadi target penyerakatan. “Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang meninggalkan rumah untuk memudik,” ujarnya.

Keamanan lingkungan tidak bisa hanya ditanggung oleh aparat kepolisian. Kolaborasi dengan warga tetap menjadi kunci utama. Setelah euforia Lebaran berakhir, polisi berkomitmen terus mewakili patrolling hingga arus balik mudik kembali ke rumah.

Harapan utamanya sederhana: warga bisa merasa tenang selama mudik tanpa ketakutan rumah kosong mereka kena pencurian atau ancaman lain.

(Reza Rizaldi)

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan