Sampah di Kota Tasikmalaya Naik 20%, TPS Liar Semakin Meningkat Pasca Lebaran

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Parafrasian Artikel:

Surge dalam volume sampah menjadi tajam di Tasikmalaya pasca Lebaran, terutama di Jalan Lukmanul Hakim di Kelurahan Tuguraja. Meski pemerintah menyatakan langkah penanganan intensif, realita di lapangan masih mengungkapkan masalah yang belum terpenuhi. Bulan H-7 Lebaran menjadi pemicu peningkatan signifikan limbah, terutama plastik dari kemasan makanan dan produk sekali pakai, yang mendominasi tumpukan sampah di area aktif.

Kebijakan DLH melibatkan mobilisasi fleksi, seperti 15–20 kendaraan cator, empat truk ampol, dan lima kontainer khusus untuk peningkatan pengangkutan sampah di jam-jam pucat. Namun, kesulitan tetap muncul akibat keterbatasan tenaga kerja yang harus berbagi dalam aktivitas. Fokus penanganan kini bergeser ke kawasan permukiman yang mulai beraktivitas kembali setelah Lebaran.

Masalah plastik menjadi hambatan utama, meski pemerintah memaksa penanganan. Bungkus kemasan, yang menjadi “raja baru” di tumpukan, menunjukkan transisi dari sampah anorganik yang dominan selama Lebaran ke plastik yang tidak terukir. Meskipun DLH terus memanfaatkan kendaraan dan skala operasi lebih luas, tumpukan sampah di TPS liar tetap menjadi titik panas yang tidak berubah.

Pasca Lebaran, penanganan beralih ke wilayah tahap dua, di mana aktivitas warga kembali normal. Meski adanya peningkatan tenaga kerja dan fleksibilitas jadwal, tumpukan sampah di TPS liar tetap menjadi tantangan yang memerlukan solusi jangka panjang. Plastic waste dari kemasan masih menjadi fokus utama, meski pemerintah melanjutkan upaya dengan mobilisasi kendaraan dan peningkatan kapasitas pengangkutan.

Artikel ini menekankan bahwa meski ada upaya penanganan, masalah sampah plastik dan TPS liar tetap menjadi masalah struktural yang memerlukan pendekatan komprehensif, bukan hanya solusi bertahap.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan