47 ribu penumpang naik dan turun di terminal di Tasikmalaya, puncak arus balik terlewati

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Arus pengangkatan dan pengembalian di Terminal Tipe A Indihiang, Tasikmalaya, mencatat jumlah yang tidak dapat diabaikan. Hingga H+5 Lebaran, pada Kamis (26/3/2026), penumpang yang masuk dan keluar dari terminal tersebut mencapai 47 ribu individu. Kepala terminal, Yosep Yanuar, mengungkapkan puncak arus terjadi Selasa 24 Maret 2026 dengan sejumlah 10 ribu penumpang dalam satu hari.

Seperti yang disebut, total penumpang yang berangkat dan balik mencapai 47.000 orang. Di sisi lain, Yosep memastikan operasi terminal berjalan lancar tanpa gangguan. Semua kendaraan bus melalui proses pemeriksaan ketat sebelum berangkat atau memasuki terminal. “Semua bus kami melalui rantai check, baik yang berangkat maupun yang kembali,” sebabkannya.

Arus balik mencapai puncak pada Selasa, tapi setelah itu mulai berkurang, meski masih ada penumpang yang belum balik. “Ketika puncak lewat, arus mulai turun—meski belum sepenuhnya normal,” penjelasnya. Tren pembelian tiket digital semakin dominan, sekitar 70 hingga 80 persen penumpang mengakses via platform online. Namun, Yosep tetap menyediakan tiket fisik karena tidak semua masyarakat memahami proses digital.

Kementerian Perhubungan memprediksi arus balik akan kembali lonjakan pada 28–29 Maret 2026. Arus yang sedang berkurang belum berujung pada penuh. Program mudik gratis juga membantu, dengan beberapa instansi seperti Kementerian Perhubungan dan Perusahaan BUMN yang mengirim kendaraan. Namun, hanya sebagian kecil penumpang yang dapat mengakses fasilitas gratis.

Terminal Indihiang berusaha memberikan pengalaman lebih nyaman dengan fasilitas hiburan, ruang baca, dan area bermain anak. Upaya ini bertujuan agar terminal tidak lagi dianggap sebagai tempat menunggu yang bosan. Di tengah keberagaman mobil, penyelenggaraan terminal tetap terawat.

Arus besar ini mencerminkan kebutuhan transportasi yang dinamis di masa pandemi. Meski teknologi digital semakin dominan, kehadiran layanan offline tetap penting. Peningkatan fasilitas dan komunikasi lebih jelas dapat membantu mengelola kebutuhan penumpang dengan lebih efisien. Lebih dari itu, studi tentang perilaku penumpang dan adaptasi teknologi dalam transportasi public dapat menjadi solusi jangka panjang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan