Kejahatan di Jalur Sepi Tasikmalaya Terbongkar Cepat, Pelaku Mengakui Karena Kebutuhan Lebaran

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.ID – Tindakan pencurian berbenturan (curas) di jalur pendek penerangan Tasikmalaya berhasil ditindaklanjuti dalam beberapa jam.

Seorang suspeksi dengan inisial RMR (Rendi) teridentifikasi dalam kurang dari 24 jam setelah bergerak, saat sebagian masyarakat masih sibuk menghitung saldo THR. Tim satreskrim Polres Tasikmalaya bersamaan dengan Unit Reskrim Polsek Leuwisari melakukan tindakan cepat mengikuti laporan warga. Tersangka ditangkap pada Jumat dini hari (20/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di kawasan Singaparna.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama menyatakan, penangkapan ini hasil dari kerja sama cepat tim yang langsung menyisir titik rawan setelah kejadian. Peristiwa terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 23.45 WIB. Korban, Sri Mulyani, karyawati dari Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, pulang kerja menggunakan sepeda motor Honda Scoopy.

Saat meninjau Jalan Raya Jareged, Desa Jayaputra, korban menyadari diri dibuntuti. Pelaku yang mengendarai Honda Sonic RS berwarna biru melancarkan aksi penipuan di ruas yang masih sepi. Tanpa sengaja, korban kehilangan keseimbangan dan jatuh, sedangkan pelaku mengejar barang berharga.

Korban mengalami kerugian sekitar Rp10 juta. Barang yang dibahas antara iPhone 11, Redmi Note 9, dokumen penting (STNK, KTP, SIM), serta uang tunai Rp600 ribu. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan operasi TKP dan memeriksa saksi. Identitas pelaku terendang, dan tak lama kemudian diamanukannya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku dikenal sering mengincar melintasi kendaraan sendirian di jalur sepi malam. Motifnya terkait faktor ekonomi, dengan rencana menjual barang curian untuk kebutuhan pribadi, termasuk sebelum Lebaran.

Polisi menyita sepeda motor Honda Sonic RS, dua ponsel korban, dan pakaian pelaku sebagai bukti. Sekarang tersangka dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Tasikmalaya.

Dampak ini menegakkan kekurangan keamanan di jalur pendek yang sering menjadi target penipuan. Meningkatkan pengawasan di kawasan sepi dan mendorong masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan menjadi solusi wajib. Pelaku harus menghadapi hukum penuh, sementara korban dipaksa mempertimbangkan cara memulainya kehidupan tanpa rasa malu.

Tindakan cepat tim polisi membuktikan pentingnya kerja sama cepat antara masyarakat dan aparat. Pelaku tidak boleh merenungkan kekerasan yang menimbulkan kemiskinan, sementara korban perlu dukungan sosial untuk membangun semula. Keselamatan di jalur pendek harus menjadi prioritas pemerintah lokal, dengan pendekatan proaktif seperti pemadaman atau pemantauan digital.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan