Proyek TPS Tepian Sungai ‘Tasik Nyaman’ di Tasikmalaya: Bukan Sekadar Slogan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya menghadapi penambahannya masalah sampah yang terus meningkat. Aktivitas masyarakat yang semakin aktif selama Ramadan hingga berkaitan Idulfitri menyebabkan volume limbah mencapai sekitar 240 ton setiap hari. Situasi ini langsung berdampak pada beberapa Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang terlihat terlalu penuh.

Beberapa hari terakhir, tumpukan sampah di beberapa TPS sudah mulai meluber. Hal ini tidak hanya membuat suasana tidak nyaman karena bau, tetapi juga menjadi risiko bagi masyarakat sekitar. Pengurus Cabang PMII Tasikmalaya, Dina Diana Ginanjar, mengakui kontras antara program “Tasik Nyaman” dan “Tasik Resik” yang diaplikasikan dengan kondisi lapangan yang masih mengandung masalah pengelolaan sampah.

Dina mengungkapkan bahwa TPS yang terletak di kawasan sempadan atau tepian sungai masih menjadi masalah. Di lokasi tersebut seharusnya sepenuhnya bersih dari aktivitas yang bisa merusak lingkungan air. Observasi langsung menunjukkan TPS yang sudah melebihi kapasitas sering menjadi penyebab sampah meluar hingga mengakibatkan pencemaran sungai.

Kondisi ini semakin kritis saat hujan turun dengan kekuatan tinggi. Sampah yang menumpuk di TPS mudah dibawa oleh air dan menyebar sepanjang sungai. Dina memperingatkan bahwa sampah yang masuk ke sungai tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga bisa memicu sedimentasi di aliran air.

Selain itu, Dina menyarankan pemerintah Kota Tasikmalaya melalui OPD untuk mengambil langkah konkret. Bukan hanya dengan gaya kata-kata, tetapi dengan tindakan konkret seperti menindaklanjuti TPS yang berpotensi merusak lingkungan atau mencari lokasi baru yang lebih aman. Jika relokasi belum dapat dilakukan segera, inovasi seperti memasang pembatas di sekitar TPS atau memasang jaring penahan di tepian sungai juga bisa menjadi solusi.

Mengatasi masalah sampah di Tasikmalaya memerlukan kerja sama intensif antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi terkait. Program “Tasik Nyaman” dan “Tasik Resik” memerlukan implementasi yang efektif untuk menjadi solusi nyata. Tanpa langkah konkret, risiko pencemaran lingkungan dan banjir di wilayah perkotaan akan semakin tinggi.

Solusi yang terpadu dan responsif diperlukan untuk menjaga kebersihan Tasikmalaya. Langkah-langkah inovatif dalam pengelolaan sampah, seperti penggunaan teknologi terkini atau kolaborasi dengan perusahaan, bisa menjadi pilihan. Setiap satuan sampah yang dikelola dengan bijak bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan