Tasikmalaya, Radartasik.id โ Rencana menyelenggarakan konser musik pasca-Lebaran di Eks Terminal Cilembang, kota Tasikmalaya, terus menjadi topik diskusi. Penyembuhan acara ini bukan hanya terkait konten musik, tetapi juga perubahan nama yang terkait dengan kegiatan tersebut.
Dulu, penyelenggara memperkenalkan acara dengan judul โMelepas Penat Tasikmalayaโ. Seiring berlakunya, judul tersebut berubah menjadi โTasikmalaya Bersilaturahmiโ, lalu terkini kembali jadi โHoliday Fest 2026 Tasikmalayaโ. Perubahan ini dinilai sebagian warga sebagai upaya mengelola polemik yang dulu beredar, meski sebagian juga melihat ini seperti โganti baju, tapi badan tetap samaโ.
Reaksi publik di media sosial melonjak. Beberapa akun mengkritik perubahan nama yang tidak sesuai dengan identitas Kota Tasikmalaya sebagai kota santri. Akun Hendri Rahmat Setiawan mempertanyakan istilah โmelepas penatโ, menyiratkan istilah tersebut tidak relevan dengan budaya masyarakat. โOrang Tasik asa baik-baik saja, bukan penat. Emang puasa bikin penat? Duh, kota santri dimanakeun iyo,โ ia tulis.
Akun Yadi Nuryadi berpendapat pemerintah lebih perlu fokus pada pembangunan infrastruktur dan kebutuhan dasar. Ia mengkritik pengalokasian anggaran ke acara musik sambil masalah seperti banjir di Pasar Cikurubuk dan lapangan kerja yang masih belum teratasi. โDari konsern seperti ini, lebih baik investasi ke jalan atau lapangan kerja,โ sambil menyebutkan kondisi jalan sekitar Pasar Cikurubuk yang masih kurang ideal.
Beberapa netizen juga mengusulkan untuk mengubah fokus acara ke hal sosial atau berbasis agama. Ada yang meminta untuk mengembangkan program yang lebih sederhana dan tidak memicu kontroversi. Salah satunya bahkan menyolong mengubah konser menjadi MBG (musim besar gawai) agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Perubahan nama yang terus terjadi pada konser ini memang menjadi simbol konflik yang lebih dalam. Meskipun beberapa orang melihat ini sebagai upaya mengurangi polemik, banyak yang merasa ini tidak memecahkan masalah utama seperti infrastruktur dan priorititas pembangunan.
Akhirnya, acara ini menegaskan pentingnya komunikasi yang transparan antara pemenang dan warga. Semakin banyak yang meminta untuk merangkul kritik masyarakat dalam pengambilan keputusan. Jika ingin sukses, organisator perlu lebih sensitif terhadap nilai-nilai lokal dan kebutuhan sebenarnya masyarakat.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
๐ Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
๐ Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.