Re-evaluasi Predikat untuk Anak Madya di Pemkab Ciamis dalam Tata Khusus Koordinasi Gugus KLA

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Kab. Ciamis menargetkan peningkatan skor KLA dari Pratama ke Madya pada 2027, setelah otoritas tersebut dilahirkannya delapan kali berturut-turut. Upaya ini didukung oleh DP2KBP3A yang menggelar rapat koordinasi gugus tugas di Aula KORPRI, Kamis (5/3/2026). Diskusi fokus pada penilaian lima klaster: hak sipil, lingkungan keluarga, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan khusus.

Menurut dr H Yoyo MMKes, capabilitas Ciamis sebagai KLA Pratama menjadi fondasi untuk mengejar predikat Madya. “Kegiatan ini bertujuan memastikan program-program KLA terintegrasi di seluruh SKPD, instansi, dan masyarakat,” ujarnya. Setiap pihak diminta mengisi indikator sesuai tanggungannya untuk mendukung target.

Klaстер I berwajib menjamin hak sipil dan kebebasan anak, sementara klaster V fokus pada perlindungan khusus. Evaluasi mandiri dikuatan melalui kerja sama SKPD, media, dan masyarakat. Kelembagaan seperti Perda KLA dan lembaga setempat juga diteliti untuk memperkuat implementasi.

Hasil rapat ini diharapkan menjadi sorotan untuk peningkatan indikator di setiap klaster. “Peningkatan ini memerlukan konsistensi dari semua pihak,” katanya. Keluarga, dunia usaha, dan media diisi untuk mendukung penilaian KLA tahun ini.

Desa dan kecamatan juga diinvasi untuk menyusun gugus tugas sesuai prosedur KLA. Semua pihak diminta aktif berpartisipasi agar programnya sejalan dengan target 2027. Keberhasilan ini bergantung pada kolaborasi intensif antara pemerintah, instansi, dan masyarakat.

Ciamis berkesempatan untuk mengubah status KLA melalui inisiatif ini. Delapan tahun sebagai Pratama menunjukkan potensi positif yang bisa dimanfaatkan. Jika semua pihak berkomitmen, target Madya menjadi realis. Keberhasilan ini bukan cuma untuk optic, tapi juga untuk kualitas kehidupan anak di daerah ini.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan