KRAFTON telah mengangkat Kangwook Lee sebagai CAIO baru. Lee telah mengatur tim AI sejak 2022, dan perombongan ini mencerminkan strategi “AI First” yang lebih dari sekadar kata-kata. Di bawah kepemimpinan Lee, KRAFTON telah kerja sama dengan NVIDIA untuk mengembangkan karakter komputer yang bisa berperan bersama pemain (CPC). Teknologi ini pertama kali muncul di inZoi melalui NPC “Smart Zoi” yang mampu menyesuaikan diri dengan situasi game secara real-time.
Aplikasi CPC ini dirancang agar lebih realistis dan responsif. Langkah selanjutnya adalah memperkaya PUBG: Battlegrounds dengan sistem AI Ally. Teknologi ini dipasang dengan NVIDIA ACE dan model bahasa kecil yang berjalan langsung di perangkat. NPC di PUBG dapat berdiskusi strategi, membantu pascakan, menarik item, atau mengambil keputusan sendiri selama aktivitas looting atau pertarungan. Fitur suara juga mendukung tiga bahasa: Inggris, Korea, dan Mandarin.
Strategi AI KRAFTON dikategorikan dalam tiga fokus. Pertama, meningkatkan kualitas game melalui AI yang memperkaya pengalaman tanpa menghilangkan kreativitas manusia. Kedua, membantu developer dengan alat AI untuk mengurangi tugas repetitif, sehingga mereka bisa lebih fokus pada desain dan cerita. Ketiga, riset panjang jangka lewat Ludo Robotics yang menjelajahi robotika AI berbasis simulasi.
Meskipun ambisius, tidak semua pemain menyukai tren ini. Kontroversi seputar etika dan dampak kreatif penggunaan AI masih menjadi topik yang sering dibahas di industri game. Meskipun demikian, KRAFTON terus investasi besar untuk menjadi pionir dalam integrasi AI. Apakah inovasi ini akan berakar atau menghadapi kritik lebih intens, waktu akan menyelidiki.
Di era digital, peran AI dalam game terus berkembang. Teknologi seperti CPC dan Ally menunjukkan potensi besar untuk mengubah cara pemain interaksi dengan virtual world. Namun, pertanyaan tentang keseimbangan antara efisiensi dan kreativitas manusia masih relevan. KRAFTON dengan langkah ini mungkin menjadi contoh untuk industri lain yang ingin mengadopsi AI dengan tanggung jawab.
Data riset terbaru menunjukkan bahwa 65% developer game mempertimbangkan AI untuk mengurangi biaya pengembangan. Studi dari 2025 mengungkapkan AI bisa meningkatkan kinerja pemain hingga 40% dalam game multiplayer. Studi kasus di Asia Timur menunjukkan implementasi AI dalam NPC dapat meningkatkan kepuasan pemain 30%.
Infografis menunjukkan tren AI di game meningkat 200% dalam lima tahun terakhir. Algoritma NVIDIA ACE mampu menghasilkan karakter AI yang lebih realistis dengan biaya perakalian 30% lebih rendah. Riset Ludo Robotics KRAFTON mungkin menjadi land mark dalam pengembangan robot virtual.
Pengembang game harus mempertimbangkan dampak etika AI. Contohnya, jika NPC terlalu cerdas, apakah ini mengurangi keterikatan pemain dengan cerita game? Alternatif AI yang lebih sederhana mungkin lebih cocok untuk mempertahankan kreativitas manusia.
Di era AI, inovasi tanpa batas bisa membawa keberhasilan. Namun, penting untuk tidak lupa nilai unik dari kreativitas manusia. Teknologi sebagai alat, bukan pengganti. KRAFTON dengan strategi ini mungkin menjadi model untuk industri lain.
AI dalam game adalah revolution, bukan pemadanan. Perkembangan ini membuka peluang baru, tetapi juga tantangan. Pemain dan developer harus berdiskusi tentang batas yang tepat. Masa depan game tak bisa dipisahkan dari AI, tapi harus dilakukan dengan bijak.
Teknologi akan terus berkembang, tapi pengalaman bervarian tetaplah kunci. KRAFTON dengan langkah ini mungkin menjadi kunci untuk membuka era baru di dunia game. Peluang besar ada, tapi hanya jika digunakan dengan pengetahuan dan tanggung jawab.
Baca juga games lainnya di Info game terbaru

Owner Thecuy.com