Prabowo Jadi Angin Segar, Industri Genteng di Priangan Timur Siap Bangkit dari Mati Suri

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com — Industri genteng tanah liat yang hampir tertinggal kini mendapatkan dukungan baru melalui program Gentengisasi yang dirancang Presiden Prabowo Subianto.

Ini adalah inisiatif penggantian atap seng dengan genteng tanah liat untuk keluarga berkebutuhan rendah, yang memberikan harapan baru bagi rakyat penghasilan tradisional di wilayah Priangan Timur, termasuk Tasikmalaya dan Banjar.

Sebelumnya, generasi yang menjaga usaha genteng kalah semakin. Seng, asbes, dan besi menjadi pilihan lebih murah dan cepat, meskipun memicu kesengsaraan. Genteng tanah liat juga tidak lagi populer karena preferensi pasar yang berubah.

“Usaha kami sudah berdesa, bahkan hampir gagal. Lama lama tidak ada permintaan,” ujar Nurdin (66), seorang pengrajin genteng dari Kampung Ablok, Banjar.

Ketika dia mengatakan hal itu di Sarasehan Ekonomi Kerakyatan ‘Dari Tanah Menjadi Atap: Industri Genteng Tradisional Perkuat Kemandirian Ekonomi’ di Kopi Bento Tasikmalaya, yang dilaksanakan ATA Consulting, Rabu (11/2/2026).

Dulu, Kampung Ablok memiliki 25–30 pengrajin. Sekarang tersisa sedikit. Mesin dan инструмент dibongkar, pekerja berganti ke penggerak bata.

Penyebabnya tetap klasik:

  1. Bahan tanah liat sulit diakses karena pembangunan sport center.
  2. Tenaga kerja menipis karena generasi muda tidak tertarik dengan usaha berat yang untung kecil.
  3. Pasar tidak stabil karena atap pabrikan tergantikan.

Harga genteng hanya Rp1.100–Rp1.350 per unit, dengan biaya tenaga kerja Rp30.000–Rp40.000 untuk 1.000 genteng. Proses produksi lama, tergantung cuaca, dan penuh risiko.

“Dulu Tasikmalaya pasar utama saya. Sekarang hanya kalau ada pesanan,” tambah Nurdin.

Pendiri Program Pascasarjana Univ. Siliwangi, Dr Edy Suroso, menilai Gentengisasi sebagai upaya berkelanjutan. “Dampak media sosial yang mendeskipkan usaha genteng dengan narasi negatif adalah kekacauan. Program ini punya nilai strategis untuk keberlanjutan,” kata dia.

Pemerintah juga diminta untuk mempromosikan pasar besar dan berkelanjutan agar usaha lokal bisa berkembang.

Industri genteng tanah liat bukan hanya simbol warisan budaya, tapi juga peluang ekonomi rakyat. Dengan dukungan pemerintah dan komunitas, usaha tradisional ini dapat kembali berragamata. Sebagai masyarakat, kita harus mendukung inisiatif yang menghindari kehancuran seni lokal. Langkah kecil bisa menjadi awal untuk mempertahankan identitas budaya yang unik.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan