Pelajar Indonesia Sedang Mengelola Ajah Global melalui VEX Robotics

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Lomba VEX Robotics 2025/2026 berlangsung di Indonesia dengan tujuan mendorong peningkatan pendidikan teknologi, ilmu pengetahuan, inginya, dan matematika (STEM). Aktivitas ini merupakan inisiasi ProVisi Mandiri Pratama (ProVisi) dan Sinarmas World Academy (SWA). Kompetisi ini tidak hanya menjadi peluang untuk peserta mempraktikkan keterampilan STEM, tetapi juga mengembangkan kemampuan abad ke-21 seperti pemikiran kritis, analisis data, dan kerjasama global.

Model lomba berjenjang dari tingkat lokal hingga internasional memungkinkan peserta memanfaatkan pembelajaran STEM secara nyata. Mereka diminta bukan hanya merancang dan memprogram robot, tetapi juga menciptakan solusi inovatif. Proses ini mengajarkan kesiapan menghadapi tantangan teknologi masa depan melalui pengalaman langsung.

Chatarina Trihastuti, direktur ProVisi, menyertakan pesan bahwa kompetisi ini berarti transformasi ide menjadi solusi teknologi. Setiap robot dan baris kode yang diciptakan mencerminkan kreativitas peserta. Makna utamanya adalah mempersiapkan generasi muda untuk menjadi produktif di masa mendatang. Kolaborasi ProVisi dan SWA juga memperluas akses belajar STEM yang mendekati kebutuhan industri.

Sedangkan 12 tim dari sekolah seperti Jakarta Intercultural School (JIS), Sinarmas World Academy (SWA), dan Surabaya Intercultural School (SIS) memasuki tahap nasional. Tetap empat tim terbaik akan mewakili Indonesia di kompetisi global di Amerika Serikat. Ada SWA RoboKnights ES dalam kategori VEX IQ untuk SD, SWA RoboKnights MS untuk SMP, JIS Petre Dishuntuk untuk VEX V5 di SMP, dan SWA RoboKnights HS untuk SMA.

Tingkatan global akan digelar di St. Louis, Missouri, pada 21-30 April 2026. Stanislav Sousek, kepala sekolah SWA, berharap pencapaian tim sebagai bukti kekuatan program robotika sekolahnya. “Kami berharap mereka bisa menunjukkan kemampuan yang lebih baik di kompetisi internasional,” kata dia.

Kompetisi ini diharapkan menjadi penguatkuatnya ekosistem pendidikan STEM di Indonesia. Generasi muda diharapkan menjadi adaptif, ciptak, dan siap bersaing secara global. Pengalaman ini juga bisa menjadi landasan untuk mengembangkan minat dalam bidang teknologi.

Pembangunan robot bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang menciptakan mindset inovatif. Setiap petualangan di bidang STEM memberikan peluang belajar yang unik. Dengan semangat seperti ini, Indonesia bisa mengembangkan talent muda yang siap menghadapi tantangan global dengan solusi kreatif.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan