Ex-Sekjen Pordasi DKI Dihukum Berhari-hari Sebelum Pemberhentian Saat Sekaran

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Bantul – Polres Bantul berhasil memangkap dua orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan Herlan Matrusdi, warga Cakung, Jakarta Timur. Benda mayat korban ditemukan di area pasir di Bantul. Polisi menjelaskan korban dan pelaku sebelumnya menjaga hubungan seharian selama beberapa hari sebelum korban dikabarkan hilang.

Penjelasan dari Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto disebutkan bahwa korban hidup bersama pelaku, istri pelaku, dan anaknya. Pelaku pertama, RM (42) dari Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, dan FM (61) dari Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menjadi tokoh penuntutan. Korban awalnya bertemu dengan RM di sebuah homestay di Jogja pada 10 Januari lalu dan kemudian tinggal bersama mereka.

Analisis dari data rekaman CCTV menunjukkan aksi penyalahgunaan dimulai pada 16 Januari 2026. Pada tanggal tersebut, korban dan RM berdiskusi tentang program travel haji. Namun, saat korban mencabut, RM memukul korban secara fisik. Peristiwa ini berulang kali: 18 Januari, 21 Januari, hingga puncaknya pada 26 Januari 2026 jam 15.00 WIB. Korban THEN dirusak hingga membungkus di mobil.

Pada 27 Januari 2026 jam 14.17 WIB, pelaku menempatkan korban dalam bagasi mobil Avanza. Korban masih hidup saat dimasukkan, tetapi kondisi kritis hingga ketemu di Gurum Pasir. Polisi mengakui tersangka mengakui korban tetap hidup saat dipindah, tetapi kondisi fisik korban sudah sangat mematang.

Penjelasan dari tim kepolisian mencerminkan proses pemahaman yang bertahap. Aksi penganiayaan melibatkan pelacangan fisik berulang dan akhirnya penyewaan korban. Polisi meminta masyarakat untuk memperhatikan kelayakan dalam interaksi sosial.

Penghapusan kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk melindungi diri dari ancaman. Konflik yang tidak terpecahkan dapat berujung pada kekerasan. Kita diperingati untuk memilih jalan komunikasi yang sehat dan tidak memicu emosi negatif. Kehadiran pelaku dalam lingkungan terdekat korban menjadi indikasi bahwa keamanan individu harus diwujudkan dengan konsisten.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan