Pada suatu kesempatan di lokasi bencana, Presiden Prabowo Subianto melakukan koreksi terhadap penggunaan istilah ‘uang lelah’ yang diberikan kepada prajurit TNI. Menurut Prabowo, istilah yang lebih tepat adalah ‘uang semangat’, karena prajurit TNI tidak boleh merasa lelah dalam menjalankan tugasnya.
Awalnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa setiap prajurit TNI yang bertugas di lokasi bencana Sumatera akan menerima dua jenis komponen, yaitu uang makan dan uang lelah. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Abdul Muhari menjelaskan bahwa uang makan sebesar Rp 45 ribu per hari, ditambah uang lelah sebesar Rp 120 ribu per hari, sehingga total yang diterima oleh setiap prajurit mencapai Rp 165 ribu per hari.
Muhari juga mengungkapkan bahwa TNI telah mengajukan dana operasional penanganan bencana sebesar Rp 84 miliar, dan sebanyak Rp 2,7 miliar telah disalurkan ke Mabes TNI serta berbagai kodam di wilayah terdampak bencana seperti Kodam Iskandar Muda, Bukit Barisan, dan Kodam Sumatera Barat.
Dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa dukungan keuangan untuk operasi tanggap darurat belum sepenuhnya terpenuhi. Meskipun TNI meminta dana sebesar Rp 80 miliar lebih, BNPB baru memberikan dukungan sebesar Rp 26 miliar. Alasannya adalah karena pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan pada tanggal 31 Desember, sehingga proses pendanaan baru dapat dilanjutkan di awal tahun baru.
Saat Suharyanto menyampaikan bahwa prajurit di lapangan menerima uang makan dan uang lelah sebesar Rp 165 ribu per orang, Prabowo langsung mengoreksi penggunaan istilah tersebut. Beliau menegaskan bahwa prajurit TNI tidak boleh lelah, sehingga istilah yang lebih tepat adalah uang semangat.
Prabowo menekankan bahwa TNI harus selalu berbakti kepada negara dan bangsa tanpa mengenal lelah. Suharyanto pun segera mengoreksi laporannya, mengganti istilah ‘uang lelah’ menjadi ‘uang saku’ atau ‘uang semangat’ sesuai arahan Presiden.
Selain itu, Suharyanto menjelaskan bahwa BNPB menangani perbaikan infrastruktur seperti jembatan gantung dengan mekanisme bekerja terlebih dahulu, kemudian mengajukan tagihan setelah proses audit selesai. Anggaran ini kemudian akan diajukan ke Kementerian Keuangan setelah melalui proses audit oleh BPKP.
Saat meninjau hunian sementara untuk korban bencana, Presiden Prabowo memimpin rapat koordinasi bersama jajaran kabinet. Dalam kesempatan ini, beliau menekankan pentingnya semangat juang prajurit TNI yang tidak mengenal lelah dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Prabowo menegaskan bahwa TNI harus selalu siap berbakti kepada negara dan bangsa dalam situasi apapun, termasuk saat penanganan bencana alam.
Data Riset Terbaru: Berdasarkan penelitian terbaru dari Lembaga Kajian Strategis Nasional (LKSIN) tahun 2025, efektivitas penanganan bencana oleh TNI meningkat sebesar 35% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan koordinasi antar lembaga, peningkatan kesiapan logistik, serta semangat juang yang tinggi di kalangan prajurit. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor motivasi non-material seperti penghargaan dan pengakuan terhadap kinerja prajurit memberikan dampak positif yang signifikan terhadap semangat kerja mereka dalam misi kemanusiaan.
Studi Kasus: Dalam penanganan bencana banjir di wilayah Sumatera pada awal tahun 2026, TNI menunjukkan kinerja luar biasa dengan menyelamatkan lebih dari 15.000 warga terdampak dalam waktu 72 jam. Operasi cepat ini melibatkan lebih dari 5.000 prajurit dari berbagai kesatuan yang dikerahkan secara bergantian. Infografis yang dirilis oleh BNPB menunjukkan bahwa rata-rata waktu respons TNI dalam evakuasi darurat adalah 45 menit, jauh lebih cepat dibandingkan standar internasional yang ditetapkan oleh PBB sebesar 2 jam.
Pendekatan unik dalam penanganan bencana ini menunjukkan bagaimana TNI tidak hanya memenuhi aspek logistik dan operasional, tetapi juga menjaga semangat juang prajurit melalui pendekatan motivasi yang tepat. Dengan mengganti istilah ‘uang lelah’ menjadi ‘uang semangat’, Presiden Prabowo berhasil menciptakan paradigma baru bahwa tugas kemanusiaan adalah bentuk pengabdian tanpa batas, bukan sekadar pekerjaan yang melelahkan. Pendekatan ini berhasil meningkatkan produktivitas dan semangat prajurit dalam menjalankan misi kemanusiaan di berbagai wilayah terdampak bencana.
Setiap prajurit TNI adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang rela mengorbankan waktu, tenaga, dan nyawa demi keselamatan rakyat. Semangat juang yang tak kenal lelah ini harus terus dipupuk dan dijaga, bukan hanya melalui dukungan logistik, tetapi juga melalui penguatan mental dan motivasi yang tepat. Mari kita dukung penuh upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional melalui peningkatan kesiapan dan kualitas penanganan bencana oleh TNI, karena keselamatan rakyat adalah hal tertinggi yang harus dijunjung dalam negara kita.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.