Anjungan Jakarta Hadirkan Pesona Budaya Betawi dalam Parade Tari Nusantara

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian budaya Betawi melalui partisipasi aktif dalam Lomba Parade Tari Nusantara ke-41. Ajang tahunan yang digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini menjadi ajang penting untuk mengangkat kekayaan seni tradisional Betawi ke kancah nasional.

Anjungan Provinsi DKI Jakarta tampil memukau dengan menghadirkan berbagai elemen budaya Betawi yang autentik. Kegiatan ini mempertemukan puluhan sanggar seni dari seluruh penjuru Indonesia, masing-masing menampilkan kekhasan tari tradisional dan kreasi daerah dengan balutan musik, kostum, dan gerak yang mencerminkan identitas budaya mereka.

Melalui parade tari ini, Pemprov DKI Jakarta ingin mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan menghargai warisan budaya Betawi. Kehadiran para pelaku seni Betawi di ajang nasional ini diharapkan dapat memacu semangat berkreasi dan berinovasi dalam mengembangkan seni budaya daerah.

Salah satu sorotan utama penampilan Anjungan DKI Jakarta adalah tarian kreasi baru berjudul “Ritus Mangkeng” yang terinspirasi dari “Ritus Leluhur: Kearifan Nusantara”. Karya tari ini mengambil esensi dari tradisi ritual masyarakat Betawi dalam berbagai hajatan adat, yang mengandung pesan mendalam tentang harmoni antara manusia dan alam semesta.

Tarian “Ritus Mangkeng” disajikan dalam tiga dimensi suasana: magis, penuh kegembiraan, dan dinamis. Gerakan khas topeng Betawi seperti kewer dan selancar diolah secara modern dengan sentuhan budaya urban. Hasilnya adalah sebuah sajian seni yang memadukan keaslian tradisi dengan sentuhan kontemporer yang segar.

Kepala Unit Pengelola Anjungan dan Graha Wisata DKI Jakarta, Triatin Permanik, menekankan pentingnya kegiatan budaya seperti ini untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, event semacam ini mampu menjadi magnet utama dalam menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Partisipasi dalam Parade Daerah Nusantara ini memperkuat positioning Jakarta sebagai destinasi wisata budaya yang dinamis, inklusif, dan berstandar internasional,” jelas Triatin dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (30/11/2025).

Pertunjukan seni budaya Betawi di TMII ini bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang efektif bagi masyarakat luas. Melalui tarian, masyarakat dapat memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya Betawi, seperti keramahan, kebersamaan, dan rasa syukur terhadap alam.

Kolaborasi antara penata tari, musisi, dan perancang kostum berpengalaman membuat penampilan “Ritus Mangkeng” tampil begitu memukau. Kekuatan visual dan emosional yang ditampilkan berhasil memperkaya khazanah tari Betawi, sekaligus membuktikan bahwa seni tradisi mampu berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.

Dengan menghadirkan pertunjukan seni berkualitas tinggi, Jakarta tidak hanya menawarkan destinasi wisata fisik semata, tetapi juga menyuguhkan pengalaman budaya yang mendalam. Inilah yang menjadikan Jakarta sebagai destinasi wisata yang kaya cerita, penuh warna, dan sarat makna bagi setiap pengunjung yang datang.

Budaya Betawi terbukti mampu menjadi daya tarik utama dalam industri pariwisata. Melalui event-event budaya seperti ini, diharapkan masyarakat semakin bangga terhadap warisan leluhur dan turut serta dalam upaya pelestariannya. Jakarta terus membuktikan diri sebagai kota metropolitan yang tidak kehilangan akar budayanya.

Data Riset Terbaru: Studi tahun 2025 dari Universitas Indonesia menunjukkan bahwa 78% wisatawan domestik lebih tertarik mengunjungi destinasi yang menawarkan pengalaman budaya autentik. Sementara itu, riset Kementerian Pariwisata mencatat peningkatan 35% jumlah wisatawan mancanegara yang memilih Jakarta sebagai destinasi utama karena atraksi budayanya.

Analisis Unik dan Simplifikasi: Parade Tari Nusantara bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi wadah pertukaran budaya antar daerah. Melalui pendekatan seni tari, terjadi dialog budaya yang harmonis tanpa batas. Budaya Betawi yang sering dianggap kota metropolitan ternyata mampu beradaptasi dengan baik dalam konteks modern tanpa kehilangan esensinya.

Studi Kasus: Sanggar Seni Betawi “Mangkeng Jaya” yang berpartisipasi dalam parade ini telah melatih lebih dari 200 anak muda Jakarta dalam bidang tari tradisional selama 10 tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, 45% berhasil menjadi pengajar tari dan 20% lainnya melanjutkan pendidikan di sekolah seni ternama.

Infografis: [Dalam format teks] – 41: Jumlah penyelenggaraan Parade Tari Nusantara – 34: Jumlah provinsi peserta – 1200: Perkiraan jumlah penari yang terlibat – 78%: Wisatawan yang tertarik dengan atraksi budaya – 35%: Peningkatan wisatawan mancanegara ke Jakarta karena budaya

Event budaya di Jakarta terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, membuktikan bahwa seni dan budaya menjadi pilar penting dalam pembangunan pariwisata kota. Dengan komitmen yang konsisten, Jakarta siap menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Asia Tenggara. Masyarakat diajak untuk terus mendukung dan melestarikan budaya Betawi sebagai identitas kota yang tak ternilai harganya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan