KH Tetep, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat, menyebut GEMA Keadilan sebagai inkubator kepemimpinan pemuda.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs KH Tetep Abdulatip MAg, mendorong Generasi Muda (GEMA) Keadilan menjadi wadah pembinaan kader untuk mencetak pemimpin muda yang beriman, berakhlak mulia, nasionalis, dan moderat. Pemuda perlu diberikan ruang, kepercayaan, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi dan membuktikan kemampuan kepemimpinan mereka.

Hal tersebut disampaikan Tetep saat menghadiri pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD GEMA Keadilan Kabupaten Tasikmalaya di Pendopo Baru Setda Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (25/10/2026). Pelantikan pengurus dilakukan oleh DPW GEMA Keadilan Provinsi Jawa Barat, lalu dilanjutkan dengan Rakerda untuk membahas program kerja organisasi.

GEMA Keadilan adalah organisasi sayap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengakomodasi kalangan pemuda. Organisasi ini diharapkan menjadi inkubator kepemimpinan sekaligus sarana kaderisasi untuk menyiapkan generasi muda mengambil peran di tengah masyarakat.

Ribuan jemaah terhanyut dalam acara Tasikmalaya Bershalawat di Alun-Alun ManonjayaAnggota DPRD Iyam Maryani: Tingkatkan pengawasan anak, kasus gadis di Bantarkalong Tasikmalaya menjadi peringatan

Tetep yang juga Ketua Dewan Pembina GEMA Keadilan Provinsi Jawa Barat berharap proses kaderisasi melalui organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, generasi muda harus diberi kesempatan untuk tampil dan mengubah pandangan masyarakat yang masih meragukan kemampuan pemuda dalam memimpin.

“Dahulu PKS dikenal sebagai partai anak muda dan partai generasi muda. Kami ingin generasi muda ini berani tampil dan mengubah paradigma masyarakat tentang generasi muda,” kata Tetep.

Dia mengatakan bahwa potensi anak muda perlu diyakinkan, diarahkan, dan dikembangkan agar mereka mampu mengambil peran yang lebih besar, termasuk dalam kepemimpinan pemerintahan.

“Jika ada yang bilang bahwa potensi anak itu bagus, tapi sayang dia masih muda. Nah, paradigma itu harus kita yakinkan bahwa anak muda ini bagus dan layak untuk tampil, bahkan layak untuk memimpin daerah,” kata Tetep.

Namun, menurutnya, kesempatan untuk memimpin harus diimbangi dengan kesiapan dan kualitas diri. Pemuda perlu membangun kapasitas, kredibilitas, integritas, serta akseptabilitas atau penerimaan masyarakat.

“Tentu para pemuda ini harus dilatih, dibina dan dilibatkan, dengan acara dan program kita. Dan mereka harus diamanahi. Maka untuk acara-acara seperti ini, silakan berikan kepada generasi muda. Apa yang bisa kita dukung, kami dukung mereka,” terang Tetep.

Lihat juga berita lainnya di Halaman Berita

Terima kasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan