Thecuy, memiliki tata krama yang baik sangat penting dalam kehidupan ini. Seseorang yang memiliki etika yang baik akan memberikan kesan positif bagi setiap orang yang ditemuinya.
Sebaliknya, jika mereka tumbuh besar tanpa sopan santun, kehadirannya bisa sangat menyebalkan. Mereka dapat menjadi pemicu bagi banyak orang untuk merasa kecewa karena perbuatan atau ucapannya.
Sopan santun yang baik tidak hanya terbatas pada mengucapkan “tolong” dan “terima kasih”. Namun, rasa syukur dan empati juga merupakan aspek penting.
Melansir YourTango, orang yang dibesarkan tanpa sopan santun dapat terlihat dari ucapannya sehari-hari. Mereka cenderung menggunakan kata-kata yang tidak sopan dan kasar. Apa saja kata-kata tersebut? Mari kita simak!
<section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="“Kamu Salah”" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="326020" dtr-ttl="“Kamu Salah”" onclick="_pt(this)" readability="38">
<h2 class="fw-bold fs-5">“Kamu Salah”</h2>
<div readability="7">
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/22/orang-tanpa-sopan-santun-1792652431246.jpeg?w=700&q=90" alt="Cara mengenali orang yang dibesarkan tanpa sopan santun dari ucapannya adalah sering mengatakan kalimat, “Kamu salah.”" title="Cara mengenali orang yang dibesarkan tanpa sopan santun dari ucapannya adalah sering mengatakan kalimat, “Kamu salah.”"/>
<p>Ilustrasi orang tanpa sopan santun/Foto: Magnific.com/cookie_studio</p>
</div>
<p>Orang yang tidak memiliki tata krama cenderung cepat menuduh orang lain salah, tanpa merenungkan diri sendiri. Seringkali, mereka juga mengalihkan kesalahan karena tidak ingin disalahkan. Frasa yang paling sering mereka ucapkan adalah, “Kamu salah.”</p>
Menurut jurnalis Kathryn Shulz, manusia memiliki kecenderungan untuk selalu merasa benar. Fenomena ini, menurutnya, terjadi karena kita sering terjebak dalam “kebutaan terhadap kesalahan”, di mana kita merasa sepenuhnya benar, hingga akhirnya menyadari bahwa ada sesuatu yang salah.
Selain itu, hal ini juga terjadi karena sejak kecil kita sering diajarkan bahwa kesuksesan tidak boleh diiringi dengan kesalahan. Hal ini menumbuhkan sifat perfeksionis yang takut mengakui kesalahan.
“Itu Bukan Masalahku”
Orang yang kurang memiliki sopan santun biasanya tidak suka membantu. Ketika orang lain mengalami masalah, mereka langsung berkata, “Itu bukan masalahku.”
Menurut Mayo Clinic, kebaikan dapat memperkuat ikatan dengan orang lain, mengurangi rasa kesepian, meningkatkan suasana hati, dan memperbaiki hubungan. Kebaikan juga dapat menular, mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Sayangnya, orang yang tidak memiliki sopan santun tidak menyukai hal tersebut. Mereka cenderung acuh dan tidak melihat makna besar di balik membantu orang lain.
“Mengapa Aku Harus Minta Maaf?”
Ilustrasi orang tanpa sopan santun/Foto: Magnific.com/benzoix
Menghindari kesalahan saja tidak cukup. Orang yang kurang memiliki sopan santun juga enggan meminta maaf, bahkan ketika kesalahan itu adalah milik mereka.
Mereka akan bersikap defensif dan tetap pada apa yang telah mereka lakukan. Frasa yang sering mereka ucapkan adalah, “Mengapa aku harus meminta maaf?”
Meminta maaf memang tindakan sederhana, namun hal ini bisa sangat sulit bagi mereka. Padahal, tidak meminta maaf dapat merusak hubungan dan membuatnya semakin sulit untuk diperbaiki.
“Ikuti Caraku atau Pergi Saja”
Salah satu ciri orang yang kurang memiliki sopan santun dari ucapannya adalah mereka suka berkata, “Ikuti caraku atau pergi saja.” Dalam kalimat tersebut, mereka menunjukkan bahwa mereka adalah orang yang egois dan ingin segala sesuatu berjalan sesuai keinginan mereka.
Terapis pernikahan dan keluarga, Lianne Avila, menjelaskan bahwa sifat egois dapat berdampak negatif pada semua jenis hubungan. Mulai dari hubungan romantis, persahabatan, hingga hubungan profesional. Selalu berpikir bahwa Anda yang terbaik hanya akan merusak hubungan.
“Ini Bukan Masalah Besar”
Ilustrasi orang tanpa sopan santun/Foto: Magnific.com/cookie_studio
Orang yang kurang memiliki sopan santun sering mengatakan kalimat, “Ini bukan masalah besar.” Mengatakan kepada seseorang bahwa situasi yang mereka hadapi bukan masalah besar adalah tanda meremehkan, menghakimi, dan kurangnya empati.
Mungkin awalnya mereka ingin menenangkan, namun kalimat tersebut justru mengabaikan perasaan orang lain. Alih-alih memberikan ruang untuk bercerita, tanggapan tersebut membuat orang lain merasa bersalah karena telah bercerita.
Padahal, didengarkan dan divalidasi adalah hal yang dibutuhkan ketika seseorang sedang bercerita. Kemungkinan besar, dengan respon buruk tersebut mereka tidak akan lagi bercerita di masa depan.
“Menjauh Dariku”
Orang yang memiliki tata krama yang baik menganggap bahwa menangani konflik adalah tantangan hidup. Mereka akan berusaha menyelesaikan konflik dengan baik.
Sementara itu, orang yang kurang memiliki sopan santun tidak tahu cara menghadapi situasi atau perasaan yang sulit. Mereka bisa mengucapkan kalimat yang tidak sopan, seperti “Menjauh dariku.”
Mengambil waktu untuk diri sendiri atau meminta ruang adalah hal yang wajar. Namun, tidak memintanya secara agresif atau tidak sopan. Percakapan yang didominasi oleh sikap agresif dapat melelahkan dan memicu perdebatan.
“Diamlah”
Ilustrasi orang tanpa sopan santun/Foto: Magnific.com
Mengucapkan kalimat, “Diamlah” adalah salah satu frasa yang sering diucapkan oleh orang yang tidak memiliki sopan santun. Meskipun hanya satu kata, hal itu menunjukkan sisi kasar mereka.
Kemungkinan besar mereka tidak pernah diajarkan cara yang tepat untuk mengomunikasikan keinginan mereka. Padahal, ada banyak cara yang lebih baik untuk meminta seseorang tenang.
Hanya karena kita tidak setuju dengan pendapat orang lain, bukan berarti kita bisa membentak mereka. Penulis Polly Campbell mengatakan, “Tidak ada hal positif ketika kita menyela atau berteriak pada orang lain. Jika ingin meyakinkan seseorang, membentak justru tidak akan berhasil, yang akan membuat suasana tegang dan memicu perilaku tidak sopan yang lebih parah.”
Thecuy, itu dia beberapa cara mengenali orang yang dibesarkan tanpa sopan santun dilihat dari ucapannya. Bagaimana, kamu pernah menemuinya?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
<p>(ria/ria)</p>
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.