Hai, apakah kamu pernah bertemu dengan orang yang tidak banyak bicara, tapi tetap terasa memikat? Bahkan setelah obrolan selesai, kamu masih mengingat cara mereka berbicara, tertawa, atau memperlakukan orang lain.
Orang yang memikat orang lain tidak selalu punya penampilan mencolok atau kepribadian ekstrovert. Daya tarik itu bisa muncul dari kebiasaan sederhana dalam berinteraksi, seperti mendengar dengan saksama, menunjukkan ekspresi yang sesuai, hingga membuat lawan bicara merasa dihargai.
Menjadi menarik bukan berarti harus berpura-pura menjadi orang lain. Justru, sikap yang autentik dan kemampuan membangun percakapan yang nyaman bisa membuat seseorang terasa lebih menyenangkan untuk diajak berinteraksi.
Menurut Science of People dan YourTango, seseorang bisa terlihat lebih menarik melalui berbagai aspek komunikasi, termasuk bahasa tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, gestur tangan, humor, hingga cara membawa diri.
Lalu, kebiasaan apa saja yang bisa membuat orang terpikat pada kita? Berikut ini penjelasannya, Thecuy.
<section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="1. Mendengarkan dengan Penuh Perhatian" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="325456" dtr-ttl="1. Mendengarkan dengan Penuh Perhatian" onclick="_pt(this)" readability="20">
<h2 class="fw-bold fs-5">1. Mendengarkan dengan Penuh Perhatian</h2>
<div readability="7">
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/07/mendengarkan-dengan-penuh-perhatian-foto-pexelscom-resume-genius-1791606136358.jpeg?w=700&q=90" alt title/>
<p>Mendengarkan dengan penuh perhatian/ Foto: Pexels.com/ Resume Genius</p>
</div>
<p>Tidak semua orang bisa benar-benar mendengarkan saat berbicara dengan orang lain. Ada yang sibuk memikirkan jawaban, memainkan ponsel, atau justru menunggu kesempatan untuk membicarakan dirinya sendiri.</p>
Padahal, menjadi pendengar yang penuh perhatian bisa membuat lawan bicara merasa dihargai. Orang yang mendengarkan dengan baik, mengajukan pertanyaan yang relevan, dan menghargai cerita orang lain bisa memberikan kesan sebagai lawan bicara yang menyenangkan.
Ketika seseorang bercerita, coba fokus benar pada apa yang disampaikan. Berikan respons yang sesuai dan ajukan pertanyaan lanjutan jika ada hal menarik yang ingin diketahui. Kebiasaan sederhana ini bisa membuat percakapan terasa lebih hidup dan membuat orang lain nyaman berada di dekatmu.
2. Menunjukkan Ekspresi Wajah yang Sesuai
Menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai/ Foto: Pexels.com/ Zen Chung
Bayangkan sedang bercerita tentang sesuatu yang membuatmu bersemangat, tapi orang di depanmu memasang wajah datar sepanjang percakapan. Tentu saja, kamu mungkin merasa kurang mendapatkan respons.
Ekspresi wajah menjadi salah satu bagian penting dalam komunikasi. Ekspresi seperti senyum dan gerakan alis dapat membantu menunjukkan emosi, ketertarikan, atau perhatian terhadap percakapan.
Bukan berarti kamu harus terus-menerus tersenyum. Justru, gunakan ekspresi secara natural sesuai dengan situasi. Tersenyum ketika menyambut seseorang, mengangguk ketika memahami cerita, atau menunjukkan ekspresi terkejut ketika mendengar kabar tertentu bisa membuat interaksi terasa lebih hidup. Kebiasaan ini juga membuat orang lain merasa bahwa kamu benar-benar hadir dalam percakapan, bukan sekadar berada di sana secara fisik.
3. Menggunakan Kontak Mata Secara Natural
Menggunakan kontak mata secara natural/ Foto: Pexels.com/ Zen Chung
Kontak mata sering kali menjadi bagian kecil yang memberikan pengaruh besar dalam sebuah interaksi. Ketika seseorang berbicara sambil sesekali melakukan kontak mata, lawan bicaranya bisa merasa lebih diperhatikan.
Kontak mata sebagai salah satu unsur komunikasi nonverbal yang dapat meningkatkan keterlibatan ketika berbicara dengan orang lain. Namun, bukan berarti kamu harus terus menatap mata seseorang tanpa jeda. Kontak mata yang terlalu intens bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Coba pertahankan kontak mata secara natural, lalu sesekali alihkan pandangan. Dengan begitu, kamu bisa menunjukkan perhatian tanpa membuat percakapan terasa kaku.
4. Menggunakan Gestur Tangan Saat Berbicara

Menggunakan gestur tangan saat berbicara/ Foto: Pexels.com/ SHVETS production
Pernah memperhatikan seseorang yang saat bercerita selalu menggunakan tangannya untuk menggambarkan sesuatu? Biasanya, cerita yang disampaikan terasa lebih hidup dan mudah diikuti. Gestur tangan dapat membantu seseorang menyampaikan maksud dengan lebih jelas. Gerakan tangan juga bisa membuat pembicara terlihat lebih percaya diri dan membantu pendengar memahami pesan yang disampaikan.
Kamu tidak perlu menghafalkan berbagai macam gerakan tangan. Cukup gunakan gestur yang muncul secara natural ketika menjelaskan sesuatu. Misalnya, menggunakan tangan untuk menunjukkan ukuran, arah, atau bentuk benda yang sedang dibicarakan. Hal terpenting adalah menjaga agar gestur tersebut tetap sesuai dengan konteks. Gerakan yang terlalu berlebihan bisa mengalihkan perhatian dari isi pembicaraan.
5. Menjaga Postur Tubuh Tetap Terbuka
Menjaga postur tubuh tetap terbuka/ Foto: Pexels.com/ SHVETS production
Cara seseorang membawa tubuhnya bisa memengaruhi kesan yang muncul ketika berinteraksi. Postur membungkuk, bahu terlalu tertutup, atau tangan yang terus disilangkan bisa memberikan kesan kurang terbuka. Postur yang lebih terbuka dengan tubuh tegap, kaki berada pada posisi stabil, serta lengan tidak terlalu menutup tubuh. Sikap tersebut bisa membantu seseorang terlihat lebih percaya diri dan nyaman dengan dirinya sendiri.
Kamu bisa mulai dengan hal sederhana. Tegakkan tubuh, rilekskan bahu, dan hindari terlalu sering menyilangkan tangan ketika sedang berbicara dengan seseorang. Postur terbuka bukan berarti harus dibuat-buat. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa kamu merasa nyaman dan siap berinteraksi dengan orang lain.
6. Tidak Terobsesi untuk Selalu Benar
Tidak terobsesi untuk selalu benar/ Foto: Pexels.com/ Mikhail Nilov
Dalam sebuah percakapan, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Namun, percakapan bisa menjadi tidak nyaman ketika seseorang selalu berusaha membuktikan bahwa dirinya paling benar.
Keinginan untuk selalu benar bisa menghambat komunikasi karena seseorang menjadi terlalu defensif dan sulit memberikan ruang bagi sudut pandang orang lain. Sebaliknya, bersedia melihat perspektif berbeda bisa membuat percakapan menjadi lebih terbuka.
Bukan berarti kamu harus selalu mengalah. Kamu tetap bisa mempertahankan pendapat, tetapi coba dengarkan alasan orang lain sebelum memberikan respons. Kalimat sederhana seperti, “Aku paham kenapa kamu berpikir begitu,” bisa membuat perbedaan pendapat terasa lebih sehat. Sikap seperti ini juga menunjukkan bahwa kamu tidak hanya ingin didengar, tetapi bersedia memahami orang lain.
7. Menjadi Diri Sendiri dan Tidak Takut Tertawa
Menjadi diri sendiri dan tidak takut tertawa/ Foto: Pexels.com/ Christina Morillo
Tidak ada yang lebih melelahkan daripada terus berusaha terlihat sempurna di depan orang lain. Sebaliknya, menjadi diri sendiri dengan tetap menghargai situasi bisa membuat interaksi terasa lebih santai. Ketulusan dan humor bisa membuat seseorang menjadi conversationalist yang lebih menarik. Tawa dalam percakapan juga bisa membantu menciptakan rasa kedekatan dan kesamaan antara orang-orang yang sedang berinteraksi.
Tawa sebagai salah satu cara membangun koneksi sosial. Humor yang digunakan secara tepat bisa membuat suasana menjadi lebih ringan dan menyenangkan. Meski begitu, bukan berarti kamu harus selalu menjadi orang paling lucu di dalam ruangan. Cukup berani menunjukkan sisi dirimu yang autentik, tertawa ketika memang merasa lucu, dan menggunakan humor tanpa merendahkan orang lain.
Pada akhirnya, orang terpikat bukan hanya karena seseorang terlihat menarik, tetapi juga karena merasa nyaman ketika berada di dekatnya. Jadi, jika kamu sedang mencari cara membuat orang terpikat, tidak perlu memaksakan diri menjadi pribadi yang berbeda. Mulailah dari kebiasaan sederhana seperti mendengarkan dengan penuh perhatian, menjaga kontak mata, menggunakan bahasa tubuh terbuka, menghargai pendapat orang lain, serta menjadi diri sendiri.
Sebab, daya tarik yang paling berkesan sering kali bukan tentang bagaimana membuat semua orang memperhatikanmu, melainkan bagaimana membuat orang lain merasa nyaman, dihargai, dan senang ketika berbicara denganmu.
___
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikut berbagai acara online dan offline seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
<p>(ria/ria)</p>
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.