Thecuy.com, Wonosobo – Purwaceng, tanaman herbal khas dataran tinggi Dieng, kini tengah dikembangkan sebagai aset ekonomi dan wisata berbasis indikasi geografis (IG). Langkah ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum bersama berbagai pihak untuk menjaga karakter produk sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Potensi Purwaceng dan Indikasi Geografis
Purwaceng telah menjadi bagian dari pengetahuan masyarakat Dieng dalam budidaya dan pemanfaatan tanaman herbal yang tumbuh di lingkungan mereka. Melalui pelindungan indikasi geografis, produk ini tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari reputasi dan karakteristik yang melekat pada wilayah asalnya.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar menjelaskan bahwa indikasi geografis harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang menjaga dan mengembangkan produk tersebut, bukan sekadar pelindungan nama dan reputasi. Oleh karena itu, pengembangan purwaceng diarahkan dengan menjaga kualitas dan keterkaitan produk dengan wilayah Dieng.
Kolaborasi dalam Pengembangan Purwaceng
Pengembangan purwaceng memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, kelompok pelindung indikasi geografis, serta pelaku usaha. Fajar Sulaeman Taman, Direktur Merek dan Indikasi Geografis DJKI, menekankan pentingnya peran bersama untuk mengubah indikasi geografis menjadi instrumen pembangunan ekonomi daerah.
Dieng dinilai memiliki modal kuat untuk mengembangkan konsep GI Tourism, yakni wisata yang mengangkat produk khas daerah beserta cerita dan pengetahuan masyarakat yang menjadi karakter wilayah. Purwaceng menjadi produk yang dapat memperkenalkan kekayaan Dieng melalui pengalaman wisata yang autentik.
Budidaya Purwaceng dan Tantangan Ekonomi
Ketua MPIG Purwaceng, Uswatun Hasanah, menjelaskan bahwa budidaya purwaceng memerlukan ketelatenan karena prosesnya panjang, yakni sekitar satu setengah tahun dari penanaman hingga panen. Tanaman ini dibudidayakan melalui penyerbukan dan pembibitan dari biji, dengan bagian yang dimanfaatkan meliputi akar dan daun.
Saat ini, MPIG Purwaceng memiliki sekitar 50-60 anggota aktif, menurun dari sebelumnya yang mencapai 300 anggota. Salah satu tantangan utama adalah aspek ekonomi, karena petani harus menunggu lama hingga masa panen sementara tanaman lain menawarkan hasil yang lebih cepat.
Dari sisi nilai ekonomi, 12 kilogram purwaceng basah dapat menghasilkan 1 kilogram purwaceng kering yang dihargai sekitar Rp1,2 juta per kilogram. Harga purwaceng basah dari petani berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.
Pelindungan Kekayaan Intelektual dan Penguatan Ekosistem
Pelindungan kekayaan intelektual melalui indikasi geografis menjadi penting untuk menjaga hubungan antara purwaceng, wilayah Dieng, dan masyarakat yang mempertahankan pengetahuan serta praktik budidayanya. Penguatan ini harus disertai dengan konsistensi kualitas, kelembagaan masyarakat, dan keberlanjutan produksi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, mengemukakan bahwa kekayaan intelektual komunal dan potensi produk lokal seperti purwaceng memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui perlindungan hukum dan penguatan ekosistem.
Purwaceng sebagai Daya Tarik Wisata
Selain sebagai produk yang siap dipasarkan, purwaceng juga diintegrasikan dalam program Geographical Indication (GI) Tourism. Melalui program “Telusur Purwaceng dan Legendanya”, wisatawan dapat menyaksikan proses budidaya dan mengenal cerita serta pengetahuan masyarakat Dieng terkait tanaman ini.
Konsep GI Tourism ini memungkinkan purwaceng menjadi bagian dari pengalaman wisata edukatif yang mengangkat kekayaan budaya dan ekonomi lokal Dieng secara berkelanjutan.
Baca juga Berita lainnya di News Page
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].