Lonjakan kasus TB di kalangan usia produktif membuat Pemerintah Kota Tasikmalaya meningkatkan upaya pelacakan kontak secara terintegrasi.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Upaya mengurangi angka kejadian tuberkulosis (TB) di Kota Tasikmalaya kini berfokus pada penguatan penelusuran berbasis data hingga tingkat keluarga.

Pemeriksaan tidak lagi terbatas pada warga yang menunjukkan gejala sakit, tetapi juga mencakup orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus ketika meninjau program penelusuran TB terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kelurahan Siaga TB Cilembang RT 03/05, RW 15, Kecamatan Cihideung, pada hari Selasa (22/9/2026).

HMI Tasikmalaya memiliki pemimpin baru; Ahmad Riza Hidayat mendorong rekonsiliasi pasca-konfercab, sementara dua medali internasional dipersembahkan untuk merayakan 70 tahun SMA 1 Tasikmalaya.

Benjamin mengatakan, permasalahan TB masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan penyakit menular tersebut.

“Indonesia menempati peringkat kedua dalam jumlah kasus TBC di dunia. Indonesia merupakan negara dengan jumlah tertinggi kedua secara global,” kata Benjamin.

Pengusaha di Kota Tasikmalaya masih bingung mengenai SLF; HIPMI memberikan klarifikasi tentang hal ini, dan perselisihan pemilihan pengurus KADIN Kota Tasikmalaya terus berlanjut dengan kepengurusan lama membawa sengketa wewenang ke tingkat pusat.

Jawa Barat, lanjut Benjamin, termasuk dalam daerah yang mencapai hasil pengobatan TB yang baik secara nasional, bersama dengan Provinsi Banten.

Namun, tugas selanjutnya adalah memastikan upaya pencegahan, terutama bagi orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB.

Untuk anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TB, pemeriksaan akan dilakukan melalui program Cek Kesehatan Gratis.

Pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan rontgen dan tes dahak jika diperlukan.

Bagi kontak erat yang tidak menunjukkan gejala sakit, menurut Benjamin, dapat diberikan obat pencegahan. Obat ini diminum sekali seminggu selama 12 minggu untuk kontak serumah dengan pasien TB.

“Jika ada anggota keluarga yang sakit di rumah dan kita makan bersama setiap hari, mereka harus mendapatkan obat pencegahan,” ujarnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan