Inilah Cara Otak Bekerja Saat Menonton Video Pendek Menurut Hasil Riset!

Saskia Puti

By Saskia Puti

🌍 Translate this article:
Wawasan Seputar Tekno

Seringkali kamu lupa waktu ketika melakukan scrolling? Yuk, pahami temuan penelitian fMRI terbaru tentang cara otak berubah saat kamu menonton video pendek yang kamu sukai.

Penelitian medis terkini menunjukkan bahwa ketika kita menonton video pendek yang kita sukai hingga selesai, terjadi perubahan pada otak yang menyebabkan berkurangnya kinerja area yang mengatur fokus dan pengambilan keputusan (disebut deaktivasi).

Saat kita menemukan hiburan yang sesuai di beranda ponsel, otak secara otomatis beralih dari mode berpikir berat menjadi mode pemrosesan otomatis yang disebut flow state, sehingga memerlukan usaha mental yang lebih sedikit.

Bagi yang sering menonton video singkat di media sosial setiap hari, waktu berlalu begitu cepat saat kita berganti konten. Seringkali kita hanya berniat menonton satu video beberapa detik, tapi tak sadar jari terus scroll selama berjam-jam.

Ini bukan kerusakan saraf tiba-tiba, melainkan respons alami otak saat menikmati hiburan menarik. Mari kita analisis hasil pemindaian fMRI dari penelitian neuroscience terbaru!

Cara Otak Bereaksi Saat Menonton Video Pendek Berdasarkan Riset

Cara Otak Bereaksi Saat Menonton Video Pendek Berdasarkan Riset
Diagram yang menunjukkan lokasi dACC dan dlPFC di otak manusia ketika menonton video pendek. (Gemini)

1. Area Otak yang Mengatur Fokus Menjadi Tidak Aktif

Para peneliti dari Zhejiang University, Tiongkok, dalam studi neuroscience yang dipublikasikan di jurnal NeuroImage pada awal 2026, menemukan dinamika kimia otak yang terjadi ketika kita melihat konten digital.

Dengan memakai teknologi pemindaian functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI) dan proton magnetic resonance spectroscopy (¹H-MRS) pada 56 orang dewasa muda, peneliti melihat penurunan aktivitas yang sangat signifikan di dua area utama otak:

  • Dorsal Anterior Cingulate Cortex (dACC)
    • Area otak yang memantau konflik, menilai beban mental, dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil tindakan.
  • Dorsolateral Prefrontal Cortex (dlPFC)
    • Area otak yang mengatur proses kognitif tingkat tinggi dan menjaga konsentrasi.

Saat peserta menonton video yang mereka sukai hingga habis, aktivitas di area dACC dan dlPFC turun drastis (disebut deaktivasi) dibanding saat normal. Tapi ketika menonton video yang tidak disukai dan mereka memilih melewatinya, area kontrol fokus ini tetap aktif mengevaluasi konten.

2. Peran Glutamat dan Kondisi Flow dalam Hal Ini

Mengapa otak mengurangi kontrolnya saat melihat konten yang kita sukai? Peneliti menemukan bahwa hal ini berkaitan dengan kadar neurotransmiter glutamat di area dACC.

Peserta dengan kadar glutamat lebih tinggi mengalami penurunan aktivitas dACC yang lebih sedikit. Menurut peneliti, perubahan koordinasi antara dACC dan dlPFC menghasilkan kondisi psikologis yang disebut Flow (total terlarut).

Hal ini mirip dengan saat kita benar-benar terhanyut dalam alur film bagus atau game favorit; otak sengaja mengurangi pemantauan kognitif yang berat. Hasilnya, kita bisa menikmati hiburan visual dengan santai tanpa perlu berpikir keras.

3. Apakah Video Pendek Bikin Otak Tidak Fokus?

Walaupun penelitian menunjukkan penurunan aktivitas kontrol saat menonton, para ahli menegaskan bahwa hal ini tidak berarti video pendek merusak otak atau menurunkan konsentrasi dalam jangka panjang.

Sistem kecerdasan buatan (AI) mencatat beberapa poin utama tentang batas penelitian ini:

  1. Respons Sementara (Tidak Permanen)
    1. Penurunan aktivitas otak hanya terjadi sementara saat menonton dan tidak mengindikasikan kerusakan saraf permanen.
  2. Kontrol Kognitif Tetap Aktif
    1. Bukti bahwa peserta masih bisa melewatkan video membosankan menunjukkan bahwa otak tetap bisa mengevaluasi dan mengawasi.
  3. Respons Alami
    1. Penelitian ini sebaiknya dilihat sebagai gambaran bagaimana otak bereaksi secara biologis saat merasa senang, bukan sebagai diagnosa kecanduan digital.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa kita sering tidak sadar waktu ketika menonton video pendek di ponsel?

Karena area otak dACC dan dlPFC mengalami penurunan aktivitas (masuk ke kondisi flow), kesadaran kita terhadap waktu dan proses evaluasi otak menjadi lebih rendah.

Apakah kadar GABA mempengaruhi konsentrasi saat menonton?

Menurut hasil pengujian ¹H-MRS pada studi NeuroImage 2026, kadar GABA tidak berkorelasi signifikan dengan perubahan aktivitas di area dACC dan dlPFC.

Bagaimana cara mengembalikan fokus otak setelah lama scrolling?

Kita bisa istirahat sejenak (digital detox), melihat objek di luar ruangan, atau melakukan aktivitas fisik ringan untuk mengaktifkan kembali area prefrontal cortex.

Intinya, menonton video pendek sesuai pilihan saat waktu luang adalah hal yang normal secara biologis. Penurunan aktivitas kontrol otak adalah cara tubuh menikmati hiburan tanpa beban, selama kita tetap bijak membatasi waktu pakai.

Ingin tahu perkembangan riset neurosains, sains populer, dan trivia teknologi yang jarang diketahui?

Jangan lupa terus ikuti artikel terbaru kami di TheCuy Tekno agar tidak ketinggalan berita menarik selanjutnya! Bagaimana denganmu, berapa lama kamu biasanya bisa scrolling video pendek sebelum merasa asyik? Ceritakan di kolom komentar, ya!

terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan