Adakalanya hidup terasa begitu berat, Thecuy, bukan? Tekanan hidup bisa muncul dari berbagai sisi, mulai dari pekerjaan, masalah keuangan, hubungan asmara, hingga tuntutan lainnya.
Dalam kondisi tertentu, stres sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh ketika menghadapi tantangan. Namun, jika berlangsung terus-menerus dan sulit dikendalikan, stres dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.
Makanya, Thecuy perlu belajar mengenali tekanan, mengelola respons terhadapnya, serta tahu kapan harus minta bantuan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan mental di tengah tekanan hidup.
<section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="1. Kenali Stres" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="323454" dtr-ttl="1. Kenali Stres" onclick="_pt(this)" readability="18">
<h2 class="fw-bold fs-5">1. Kenali Stres</h2>
<div readability="7">
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/21/ilustrasi-perempuan-pusing-foto-pexelscomkampus-production-1787596199413.jpeg?w=700&q=90" alt title/>
<p>Gambar seorang wanita yang merasa pusing / Foto: Pexels.com/Kampus Production</p>
</div>
<p>Langkah pertama, Thecuy perlu menyadari bahwa tubuh dan pikiran sedang berada dalam tekanan atau stres. Menurut<em> WHO</em>, stres bisa membuat seseorang sulit rileks dan berkonsentrasi, lebih mudah merasa cemas atau marah, mengalami sakit kepala, gangguan pencernaan, susah tidur, hingga perubahan nafsu makan.</p>
Jika beberapa gejala tersebut mulai muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan langsung menganggapnya remeh. Mengenali perubahan sejak dini bisa membantu dalam mengambil langkah untuk mengelola stres.
2. Fokus Pada Hal yang Bisa Dikendalikan
Gambar seorang wanita yang sedang menulis / Foto: Pexels.com/Andrea Piacquadio
Tidak semua masalah dalam hidup bisa diselesaikan atau dikendalikan. Terus memikirkan hal-hal yang di luar kendali justru bisa membuat pikiran Thecuy semakin lelah.
American Psychological Association (APA) menyarankan untuk mengevaluasi hal-hal yang masih bisa diubah dari situasi yang membuat stres. Misalnya, menurunkan standar yang terlalu tinggi terhadap diri sendiri, atau minta bantuan ketika memang butuh.
Daripada terus memikirkan kemungkinan terburuk, coba tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang bisa aku lakukan sekarang?”
3. Jangan Mengisolasi Diri
Gambar seorang wanita yang sedang menangis / Foto: Pexels.com/Polina Zimmerman
Saat sedang menghadapi masalah, sebagian orang memilih untuk menarik diri. Padahal, punya orang yang bisa diajak bicara bisa membantu seseorang menghadapi tekanan dengan lebih baik.
WHO menyarankan untuk tetap terhubung dengan keluarga dan teman terdekat serta membagikan kekhawatiran pada orang yang dipercaya. Sementara itu, APA menyebut dukungan sosial sebagai salah satu faktor penting yang bisa membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam menghadapi stres.
4. Tetap Jaga Tidur, Makan, dan Aktivitas Fisik
Gambar makanan / Foto: Pexels.com/Mustafa Erdağ
Ketika hidup terasa berat, rutinitas dasar sering kali menjadi hal pertama yang diabaikan. Padahal, tidur yang cukup, makan teratur, dan tetap aktif secara fisik merupakan bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh dan pikiran.
WHO merekomendasikan tidur yang cukup, pola makan seimbang, serta olahraga rutin sebagai bagian dari pengelolaan stres. Aktivitas fisik sehari-hari bahkan tidak harus selalu berupa olahraga berat; berjalan kaki juga bisa menjadi pilihan.
5. Berikan Waktu untuk Melakukan Hal yang Menyenangkan
Gambar membaca / Foto: Pexels.com/George Milton
Saat banyak masalah harus diselesaikan, melakukan aktivitas yang menyenangkan mungkin terasa tidak penting. Namun, terus-menerus menghilangkan waktu untuk beristirahat justru bisa membuat diri semakin kewalahan.
Penting bagi seseorang untuk tetap menyisihkan waktu untuk aktivitas yang memberikan kesenangan, seperti membaca, mendengarkan musik, menikmati hiburan, atau melakukan hobi. Aktivitas sederhana tersebut bisa menjadi jeda dari tekanan sehari-hari.
6. Coba Teknik Relaksasi dan Mindfulness
Gambar meditasi / Foto: Pexels.com/ Alena Darmel
Ketika pikiran terasa penuh, mengambil beberapa menit untuk menenangkan diri bisa membantu. WHO merekomendasikan latihan pengelolaan stres yang bisa dilakukan secara rutin, sedangkan APA menyebut meditasi mindfulness sebagai salah satu pendekatan yang bisa membantu mengurangi stres dan kecemasan.
Tidak perlu langsung melakukan meditasi dalam waktu lama. Thecuy bisa mulai dengan duduk tenang selama beberapa menit, mengatur napas, dan fokus pada apa yang sedang dirasakan saat ini.
7. Jangan Ragu Mencari Bantuan Profesional
Gambar sesi psikologi / Foto: Pexels.com/SHVETS production
Jika tekanan terus berlangsung, membuat aktivitas sehari-hari terganggu, atau terasa semakin sulit untuk dihadapi, mencari bantuan profesional merupakan langkah yang tepat.
WHO menyatakan bahwa ketika seseorang mengalami kesulitan menghadapi stres, maka segera cari bantuan dari tenaga kesehatan atau orang yang dipercaya. APA juga menyarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau penyedia layanan kesehatan mental ketika strategi yang dilakukan sendiri belum membantu.
Tekanan hidup mungkin tidak selalu bisa dihindari, tetapi cara Thecuy meresponsnya masih bisa dipelajari. Meminta bantuan bukan berarti gagal menghadapi masalah. Justru, menyadari bahwa diri butuh dukungan adalah bagian dari menjaga kesehatan mental.
__
Ingin jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
<p>(ria/ria)</p>
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.