Kemandirian Dewasa pada Anak yang Kurang Dekat dengan Orang Tua, Menurut Psikolog

anindya

By anindya

🌍 Translate this article:

Setiap anak tentu memiliki impian sederhana untuk dekat dengan orang tuanya. Di tengah emosi yang mereka rasakan—sedih, marah, atau bahagia—mereka berharap orang tua bisa menjadi tempat pulang yang paling aman.

Namun kenyataannya, tidak semua anak merasakan hubungan yang sempurna itu. Seringkali hubungan antara anak dan orang tua menjadi renggang karena berbagai alasan. Bahkan, jarak tersebut seringkali bertahan hingga anak tumbuh dewasa.

Walaupun sulit dipercaya dan masa kecil tersebut terasa berat, selalu ada sisi positif dari setiap hal yang terjadi. Mengutip YourTango, psikolog Jonice Webb, Ph.D., yang spesialis dalam pengabaian emosional anak-anak, mengungkapkan bahwa ada kekuatan khusus yang muncul saat dewasa pada anak yang kurang dekat dengan orang tuanya. Yuk, simak di sini!


1. Sosok yang Sangat Mandiri

Kekuatan anak yang kurang dekat dengan orang tuanya tumbuh sebagai sosok yang mandiri.

Ilustrasi perempuan mandiri/Foto: Pexels.com/ROMAN ODINTSOV

Kekuatan seorang anak yang kurang dekat dengan orang tuanya tumbuh menjadi pribadi yang sangat mandiri. Mereka mampu menyelesaikan konflik mereka sendiri, termasuk ketika ada masalah dengan teman.

Kemandirian ini melekat hingga mereka dewasa. Mereka tidak bergantung pada orang lain yang bisa menyebabkan kekecewaan. Mereka adalah sosok luar biasa yang berusaha melakukan segala sesuatu sendiri.

Penelitian menyatakan bahwa kemandirian yang sehat adalah sifat positif yang perlu dikembangkan. Namun, kemandirian yang berlebihan dapat menyebabkan isolasi dan kesulitan dalam mempertahankan hubungan yang stabil.

Maka, Thecuy, penting untuk dipahami bahwa mandiri itu boleh saja. Namun, tidak ada salahnya juga ketika kamu butuh bantuan orang lain.

2. Lebih Peka pada Perasaan Orang Lain

kekuatan diri saat dewasa pada anak yang kurang dekat dengan orang tuanya adalah memiliki rasa empati yang tinggi pada orang lain.

Ilustrasi perempuan yang peduli/Foto: Pexels.com/Liza Summer

Saat masih kecil, perasaan anak yang kurang dekat dengan orang tuanya seringkali diabaikan. Namun, hal ini tidak membuat mereka tumbuh menjadi orang yang egois atau tidak berempati.

Justru, mereka mengembangkan empati yang tinggi terhadap orang lain. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun mereka kadang sulit memahami emosi themselves, mereka mampu lebih peka terhadap perasaan orang lain. Anak yang kurang dekat dengan orang tuanya, bahkan di usia dewasa, tetap memiliki kasih sayang yang melimpah bagi orang-orang di sekitarnya.

3. Murah Hati

Kekuatan saat dewasa yang dimiliki anak yang tidak dekat dengan orang tuanya adalah mereka tumbuh sebagai sosok yang murah hati.

Ilustrasi perempuan murah hati/Foto: Pexels.com/Sam Lion

Kekuatan yang muncul saat dewasa pada anak yang kurang dekat dengan orang tuanya adalah mereka tumbuh menjadi pribadi yang murah hati. Mereka suka memberi karena lebih peka terhadap kebutuhan orang lain daripada diri sendiri.

Yap, mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang suka memberi, bukan yang banyak meminta atau menuntut dari orang-orang di sekitar mereka.

4. Penuh Kasih Sayang

kekuatan diri saat dewasa pada anak yang kurang dekat dengan orang tuanya adalah mereka menjadi sosok yang penuh kasih sayang.

Ilustrasi perempuan penuh kasih sayang/Foto: Pexels.com/Liza Summer

Selain banyak memberi, mereka juga menjadi sosok yang penuh kasih sayang. Mereka mudah didekati ketika teman-teman mereka membutuhkan bantuan, nasihat, atau dukungan.

Mereka selalu hadir untuk teman, keluarga, bahkan orang asing sekalipun. Orang lain pun tahu bahwa mereka dapat mengandalkanmu. Mereka tumbuh menjadi pribadi baik yang juga disayangi oleh orang lain.

5. Mudah Beradaptasi

anak yang kurang dekat dengan orang tuanya bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang mudah beradaptasi.

Ilustrasi perempuan bebas/Foto: Pexels.com/Gihan Bandara

Terakhir, seorang anak yang kurang dekat dengan orang tuanya dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang mudah beradaptasi. Hal ini karena sejak kecil mereka jarang dimintai pendapat, sehingga mereka sering menyesuaikan diri dengan situasi yang ada.

Saat dewasa, mereka tumbuh menjadi orang yang tidak terlalu menuntut, memaksa, atau mengontrol. Mereka mampu menghadapi perubahan hidup dan mengikuti arus jauh lebih baik daripada kebanyakan orang.

Thecuy, itulah berbagai kekuatan diri saat dewasa pada anak yang kurang dekat dengan orang tuanya. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan membuat mereka tumbuh menjadi sosok yang lebih kuat, bahkan mampu mencintai dan menghargai diri sendiri. Bagaimana menurutmu, Thecuy?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan