Desa Gunajaya Manonjaya, Talang Milangkala, Menjunjungkan Kebersamaan dan Budaya Lokal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Peringatan Milangkala ke-41 di Desa Gunajaya, Kab. Tasikmalaya, berlangsung selama empat hari, mulai dari 25 hingga 28 Juni 2026. Aktivitas yang digelar mencakup pelayanan umum, pembelajaran, pengampunan budaya, aktivitas olahraga, hiburan, serta peningkatan nilai-nilai spiritual. Setiap kegiatan dirancang untuk mempererat persatuan masyarakat, memperkuat identitas budaya lokal, dan mendorong partisipasi warga dalam pembangunan desa.

Ribuan warga dari 21 RT terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Desa Gunajaya. Dudi Supriadi SPd, ketua panitia, menekankan bahwa peringatan ini bukan hanya kegiatan pemerintah desa, tetapi juga kesimpulan dari kesemua elemen masyarakat. “Kita ingin semua warga merasa terlibat, sehingga semangat kebersamaan terus terkristalisasi melalui budaya gotong royong,” ujarnya.

Kegiatan dimulai dengan pelayanan kesehatan gratis bagi pemenang RT. Selanjutnya, film edukatif tentang wisata desa dan pemerintahan desa ditampilkan sebagai bahan pembelajaran untuk lomba cerdas cermat. Hari kedua mengandung ziarah ke makam mantan kepala desa, sementara malam hari dikemas dengan lomba cerdas cermat yang melibatkan ketua RT dan RW.

Sabtu, masyarakat ikut memperkaya Wisuda Diniyah dan lomba karaoke duet lagu Sunda antar-RT. Kegiatan penutup dilakukan pada Minggu (28/6/2026), dimulai dengan penampilan seni Sisingaan, diikuti dengan pengundian kupon di panggung yang diselingi penyanyi budaya.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa peringatan budaya seperti ini dapat meningkatkan partisipasi warga hingga 30% dibanding satu tahun sebelumnya. Studi kasus dari desa lain menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam kegiatan umum mendorong peningkatan pengembangan pariwisata tradisional.

Warga yang mengikuti karnaval dengan pakaian adat Sunda dan kostum kreatif menjadi simbol ketahanan budaya daerah. Aktivitas ini bukan hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga menjadi peluang untuk memperkuat identitas lokal. Setiap peringatan milangkala menjadi motivasi untuk menjaga kearifan lokal, sehingga budaya Sunda tetap relevan di zaman modern.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan