SKPD di Ciamis mengalami kekurangan staf, masalah organisasi karena butuh tambahan 10-20 persen

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

CPNS Ciamis 2026 masih tidak disampaikan karena kebutuhan tenaga kerja di SKPD terus meluas. Analisis jabatan dan beban kerja menunjukkan lebih dari 10 hingga 20% penambahan staf diperlukan untuk menjamin layanan publik. Bagian Organisasi Setda Ciamis mengakui kebutuhan ini berdasarkan hasil penelitian harian, meski proses pengajuan ke Kemenpan RB masih dalam tahap penyiapan.

Penilaian jabatan mencakup data usul tugas, pendapatan, dan kualifikasi yang diperlukan. Sedangkan analisis beban kerja menghitung waktu kerja yang diperlukan untuk menjalankan tugas tertentu dalam periode tertentu. Keduanya menjadi fondasi pengusulan formasi ASN baru agar jumlah tenaga sesuai dengan kebutuhan.

Kepala Bagian Organisasi Setda Ciamis, Muhammad Iskandar, menjelaskan kebutuhan tenaga juga mempertimbangkan pensiunan staf di masa mendatang. Jika dalam satu tahun masih aktif, tetapi sekian tahun lagi akan pensiun, jumlahnya harus diheritekan kembali. Usulan formasi tidak hanya didasarkan pada kondisi aktual, tapi juga anggaran daerah dan prioritas tenaga yang perlu digali.

Proses pengusulan formasi CPNS dan PPPK 2026 diatur oleh BKPSDM, bukan Bagian Organisasi Setda. Hal ini memastikan pengisian tenaga tetap terjangkau secara anggaran. Kebutuhan staf tersembunyi bisa memicu kesenjangan layanan, terutama dalam lapangan administrasi dan kesehatan.

Saatnya pemerintah daerah memprioritaskan pengisian tenaga sesuai data analisis. Penundaan bisa memengaruhi kualitas layanan masyarakat. Efisiensi pengelolaan sumber daya manusia menjadi kunci agar anggaran tidak terlalu besar.

Kesalahan penundaan pengisian formasi bisa menjadi risiko bagi pelayanan publik. Skema rekrutmen harus lebih responsif terhadap kekurangan tenaga. Transparansi proses pengusulan juga perlu diperbaiki agar masyarakat bisa memastikan prosesnya benar-benar efektif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan