Sistem Data PokokPendidikan (Dapodik) menjadi fondasi penting pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan pengalokasian bantuan pendidikan. Di RRI Kediri, terang bahwa anak-anak berkebutuhan khusus (ABK/MBK) yang belum tercatat di Dapodik masih mendapatkan dukungan sekolah, tapi hak fasilitas dan bantuan mereka tidak sepenuhnya tercukupi karena alokasi pemerintah berdasarkan data yang kurang akurat.
Sri Mulyani, perwakilan Bidang Sosial KKG GPK dan Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kab. Kediri, menjelaskan kategori ABK di wilayah ini mencakup anak dengan hambatan intelektual atau psikologis. Dua kelompok utama ABK lร yang mengalami kesulitan temporer seperti belajar membaca, menulis, dan menghitung, serta yang memiliki hambatan permanen. Kedekatan ini memengaruhi pemetaan kebutuhan Guru Pendamping Khusus (GPK), penyediaan sarana inklusif, hingga penolakan hak fasilitas yang seharusnya diberikan.
โDapodik dirancang sebagai data untuk kebutuhan pendidikan, bukan untuk menikmati label anak. Jika anak tidak terdaftar, sekolah tidak terkena sanksi administratif, tapi hak-anak untuk fasilitas dibatasi karena data tidak teridentifikasi,โ ujar Sri pada 27 Juni 2026.
Zunanik Puji Lestari, GPK Dinas Pendidikan Kab. Kediri, menjelaskan proses identifikasi MBK biasanya dimulai sejak kelas 1 SD. Namun, faktor-faktor dominan seperti penolakan orang tua terhadap kondisi anak atau kekhawatiran sekolah terkait citra reputasi menjadi pengalaman penghalang.
Beberapa tantangan lain mencakup biaya administrasi tinggi dari pengawasan dokter atau psikolog, serta kurangnya kesadaran orang tua. Guru telah diberikan Profil Belajar Siswa (PBS) sebagai alat deteksi dini. Solusi jangka pendeknya adalah pelatihan guru di pengembangan kompetensi inklusif, yang dilaksanakan oleh Kelautan Pendidikan Dasar (Kementikdasmen) tiap akhir bulan. Program ini menggunakan format digital fleksibel untuk semua nivel pendidikan.
Gubernemen juga mengedukasi orang tua untuk lebih terbuka terhadap kondisi anak. Selain itu, program asesmen gratis dari ahli kesehatan untuk deteksi dini MBK dengan kuota 100 anak di Kab. Kediri akan dijalankan pada Juli 2026.
Zunanik juga mengajukan pelatihan Kompetensi Guru Inklusi Tingkat Dasar hingga Menengah, mulai dari PAUD hingga menengah. Pelatihan ini dirancang untuk aksesnya semua pendidik melalui jalur formal atau non-formal.
Dengan pengembangan sistem pendataan yang akurat, serta dukungan pelatihan dan asesmen, pemerintah berupaya memastikan hak pendidikan ABK/MBK tidak terkendala. Setiap anak merekalah di dalam data yang benar, setiap guru lebih tidak cemas, dan setiap orang tua lebih damai, maka pembangunan pendidikan inklusif akan benar-benar mencapai tujuannya.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
๐ Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
๐ Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.