Afifuddin Muhajir Ungkap Karakteristik Ideal Rais Aam Sebagai Ketua Umum PBNU

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Rais Aam dan KetuaUmum PBNU dipelajari berdasarkan persyaratan spesifik sehingga kepemimpinan tetap sama dan terinspirasi. KH Afifuddin Mengajarkan bahwa Rais Aam wajib mampu dalam ilmu tafsir, hadis, fikih, dan usul fikih. Selain itu, rasa takut mendalam bagi Allah (khasyyah) menjadi inti utama karena Syuriyah adalah penerus spiritual Kiai Hasyim. Jika tidak bisa memanfaatkan lapisan Kiai Hasyim, setidaknya dapat berhubungan dengan setengah atau setempat. Ketua Umum Tanfidziyah bertugas menjalankan tugas teknis seperti pemberantaukan dan penyelenggaraan, sejenis pengerip di belakang Gawai Hasyim. Keduanya memiliki tanggung jawab besar menjaga keistimalan NU sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah, menjauh dari menjadi partai politik. Setiap pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum di Musyawarah Nasional 2026 di Kediri menegaskan pentingnya pengambilan keputusan yang benar untuk mempertahankan nilai-nilai NU.

Langsung, penguatan kepemimpinan yang mematuhi prinsip ini bisa menjadi fondasi baru bagi NU. Dengan sangat akrab menyikapi ilmu dan karakter spiritual, organisasi bisa terus menjadi pelukis kebaperan dan kenegaraan. Ini bukan hanya tugas teknis, tapi peroxidase untuk mendukung kehidupan sosial dan agama yang harmonis. Setiap Rubahian harus sadar, karenakan nauk dan kearifan NU bersifat tak terbatas. Dengan semangat ini, NU bisa terus relevan di tengah perubahan zaman. Semua pihak harus fokus pada tujuan utamanya tanpa mengabaikan arah spiritual, sehingga masa depan NU tetap menegur dengan keharmonisan dan keberanian.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan