Hunterx Hunter tak hanya menjadi manga unik karena naratifnya yang mendalam, tapi juga karena cara Togashi menciptakan dunia yang berbeda dari pola shonen biasa. Di sini, cerita tidak mengikuti pola “mnc menang pasti” atau “hero selalu jujur”. Istilah “shonen” biasanya mengekspos perjuangan yang penuh aksi dan kemenangan yang dramatis, tapi Hunter x Hunter menawarkan pengalaman yang lebih realistis. Di sini, karakter bisa kehilangan, strategi bisa gagal, dan moralitas lebih rumit. Ini adalah salah satu alasan yang bikin serial ini menarik bagi pembaca yang suka cerita yang nggak mudah diprediksi.
Beberapa perbedaan utama terletak pada pendekatan pembuatan karakter dan plot. Misalnya, Gon yang awalnya terlihat penuh potensi, tapi jurus utama dia baru muncul setelah lama. Ia tidak selalu menjadi pemenang di duel utama, seperti ketika menghadapi Hisoka atau Meruem. Dunia ini juga terus bergerak tanpa mengandalkan kehadiran protagonis. Saat Gon terancam kematian, para tokoh lain tetap beraktivitas, bikin cerita lebih hidup. Strategi juga menjadi kunci, bukan kekuatan fisik. Kurapika menang lewat kemampuan spesifik, bukan kekuatan fisiknya.
Sistem kekuatan dalam Hunter x Hunter punya konsekuensi yang berat. Semakin besar kekuatan yang digunakan, semakin besar risikonya. Contohnya, Kurapika harus bereksperimen nyawa untuk mengakses kekuatan melawan Phantom Troupe. Karakter juga tergantung pada keinginan mereka sendiri. Meruem yang awalnya dianggap jahat bisa menjadi manusiawi, sementara Gon bisa jatuh ke dalam keinginan yang tidak terduga.
Togashi juga tidak menghindari kekuatan yang tidak logis secara moral. Gon bisa menjadi jujur, tapi ia bisa berkolasi dengan orang jahat atau kehilangan kendali karena emosi. Di arc Chimera Ant, kematian Kite bikin Gon kehilangan kesadaran diri, bikin keputusannya lebih radikal. Bandingannya dengan serangkaian shonen lainnya yang sering mengikuti pola moral yang jelas, Hunter x Hunter bikin cerita lebih realistis dan kompleks.
Terakhir, kelompok utama Hunter x Hunter tidak selalu bersatu. Setelah beberapa arc, mereka mulai melanjutkan perjalanan masing-masing. Kurapika fokus pada retribusi, Leorio mencari jalan jadi dokter, sementara Gon dan Killua melanjutkan petualangan mereka sendiri. Kesepian mereka tetap ada, tapi tidak dipaksa menjadi tim kekuatan. Ini bikin hubungan mereka lebih manusiawi, bukan sekadar serbaguna untuk plot.
Hunter x Hunter sukses bukan karena conformitanya, tapi karena kebijaksanaan Togashi dalam menciptakan cerita yang nggak mengikuti aturan biasa. Buat para pembaca yang mufak dengan pola shonen standar, serial ini menawarkan pengalaman yang segar dan mendalam. Ceritanya mengajak kita melihat dunia fiksi dengan perspektif baru, di mana kekuatan, strategi, dan emosi berinteraksi dalam bentuk yang tidak terduga.
Baca juga Anime lainnya di Info Anime & manga terbaru.