Forum MitraMBG Riau Tolak Keras Edaran BGN Singkal Rugi Investasi Miliaran

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Gelombang pernanjakan terhadap aturan baru Badan Gizi Nasional (BGN) terus berlangsung di berbagai daerah. 66 pengusaha dari penyelenggara Makan Bergizi Gratis (MBG) di Riau menyelenggarakan rapat konsolidasi darurat di Pekanbaru, 20 Juni 2026. Hasil diskusi mengaku bahwa Surat Edaran (SE) Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026 harus ditolak secara total.

Suharmi Hasan, Ketua Gapembi di Riau, menegaskan kebijakan ini memotong waktu operasional menuju 5 hari per minggu dan menghentikan semua kegiatan selama libur mahasiswa. Pendapatnya terbilang merugikan usaha karena ditetapkan tanpa proses koordinasi.

Penandaan dampak signifikan melibatkan pemberantasan presiden program MBG yang baru. Investasi peserta di Riau mencapai Rp1-2 miliar per dapur, dengan dana pinjaman, hasil tanaman keluarga, atau penjaminan tanah. Di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), biaya konstruksi lebih mahal tapi prosesnya kini dihentikan sepihak setelah fasilitas selesai.

Rantai pasok dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan lokal juga terganggu karena penghentian pengambilan hasil. Untuk solusi, forum resmi menyusun presidium komunikasi yang diwakili 9 perwakilan setempat. Rizal dari UMKM Riau mengajak Kejaksaan Agung mempertnangkan transparansi dan meminta Presiden Prabowo mengevaluasi manajemen BGN.

apresiasi ini berarti ※ solusi segera diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program MBG. Kontribusi dari berbagai pihak, baik di lapangan maupun di lapangan politik, diperlukan untuk membangun ekosistem yang lebih seimbang dan inklusif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan