Pemkot Tasik Siapkan Langkah Solusi untuk Perajin Tahu Terjepit

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kota Tasikmalaya berupaya mengatasi kritik ratusan perajin tahu terkait lonjakan harga kedelai impor serta peningkatan biaya produksi. Wakil Wali Kota, Diky Candra, menggariskan rencananya untuk menyelenggarakan diskusi forum (FGD) melibatkan berbagai pilar ekonomi. Secara langsung, ia mengunjungi fasilitas produksi tahu di Mangkubumi untuk memahami kondisi lapangan serta merangkul pertimbangan usahawan.

Sebagai bagian dari forum, Diky berencana menyelenggarakan pertemuan dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KopUMKMPerindag) untuk menentukan strategi konkret. Pemicu pentingnya pendampingan, ia memaklumkan kondisi anggaran kota masih terbatas untuk memberikan bantuan langsung. Namun, pemerintah tidak akan mengabaikan isu ini dan akan mencari alternatif.

Diky menekankan bahwa diskusi FGD akan menjadi pondasi untuk tindakan administrative, termasuk meminta dukungan dari Kementerian Perindustrian jika diperlukan. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan kolaborasi dengan program pemberdayaan UMKM atau koperasi untuk memperkuat dukungan terhadap perajin.

Penelitian menunjukkan bahwa permasalahan harga tahu mirip dengan kekhawatiran yang dialami sekelompok UMKM, seperti petani sayuran atau perawat kopi. Diky mengjelaskan bahwa konflik harga sering terjadi akibat usaha saling menjatuhkan harga, yang akhirnya merugikan para pengusaha. Solusi jangka panjang memerlukan kerjasama intensif antar-sektor, bukan hanya intervensi pemerintah.

Dengan analisis ini, menjadi jelas bahwa stabilitas harga tahu memerlukan regulasi yang tegas serta solidaritas antar-usaha. Kasus seperti ini mengajak pemerintah dan komunitas untuk mendesain kebijakan yang bothik, seperti penanaman modal bersama atau pembentukan jaringan harga transparan. Program pemberdayaan UMKM yang lebih inklusif juga bisa menjadi solusi jangka panjang.

Dengan hal ini, pemerintah Kota Tasikmalaya tidak hanya mengatasi masalah tahu, tetapi juga menyiapkan fondasi untuk pertumbuhan UMKM lain. Perhitungan biaya produksi yang akurat, kombinasi dengan kebijakan yang mendukung, bisa menjadi kunci untuk menjaga kompetitivitas usaha lokal. Kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat akan menjadi kunci penting untuk memastikan lingkungan ekonomi tetap berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan