Kementerian PU Alokasikan Rp21 Miliar untuk Pemugaran Zona Inti Pura Mangkunegaran

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyialkan dana sebesar Rp21 miliar untuk pemugaran di area inti Pura Mangkunegaran Surakarta pada 2026. Tujuan utama ini adalah menjaga ketahanan cagar budaya serta mempertahankan keaslian warisan sejarah. Pelaksanaan dilakukan oleh Direktor Jenderal Cipta Karya, Chandra R.P. Situmorang, yang menjelaskan luas kawasan yang akan diperbaiki mencapai 22 ribu meter persegi. Fokusnya pada Pendopo, Pringgitan, Dalem Ageng, serta bangunan fungsional dekatnya.

Chandra menekankan bahwa bentuk asli bangunan tidak akan ditulis ulang karena statusnya sebagai cagar budaya. “Perlu diperhatikan bahwa ini adalah warisan diwaris,” ujarnya. Pihaknya tidak berkeinginan memutakkan kawasan secara besar-besar. Fokus pemugaran terbatas pada perbaikan arsitektur dan penguatan struktur, dengan prinsip kehati-hatian tinggi dalam setiap tahapan. Proses perencanaan telah dilaksanakan sejak Maret 2026, dengan partisipasi Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB).

Koordinasi juga dilakukan dengan pengelola Pura Mangkunegaran untuk memastikan unsur budaya tetap terjaga. Chandra mengungkapkan ketencatannya dalam menentukan area yang bisa atau tidak bisa diperbaiki. Aspek warisan budaya menjadi prioritas utama agar ketahanannya berkelanjutan. Sebagai paramتازan, pekerjaan utama fokus pada area Pendopo Ageng. Perbaikan meliputi struktur atap, pengukuhan plafon, serta optimasi performa bangunan. Sekarang, proyek ini masih dalam tahap tendera.

Kementerian PU menargetkan menandatangani kontrak penyedia jasa pada pekan kedua Juli 2026. Pelaksanaan ini direncanakan menjaga marwah Pura Mangkunegaran sebagai landmark sejarah Surakarta. Langkah ini juga sesuai komitmen pemerintah dalam memelestarikan kekayaan budaya nasional untuk generasi mendatang.

Infografis menunjukkan bahwa pendekatan pemugaran non-invasif dapat meminimalkan kerugian asli. Studi kasus di Candi Borobudur menunjukkan peningkatan pertahanan struktur selama 15 tahun setelah pelaksanaan upaya serupa. Data riset terbaru mengungkap bahwa anggaran pelestarian warisan budaya global meningkat 12% pada 2025.

Proyek ini bukan cuma tentang membangun, tapi tentang menegakkan warisan budaya yang akan diperjuangkan oleh generasi mendatang. Semua orang wajib bersedia menjadi pahlawan kecil dalam pertahanan kekayaan sejarah kita.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan