Harga Pertamax Melonjak Rp16.250 per Liter, Warga Tasikmalaya Mulai Menggunakan Pertalite

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax hingga Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) memicu perhatian masyarakat Tasikmalaya. Selisih Rp6.250 dibanding Pertalite membuat konsumen merasa perlu mempertimbangkan kembali pilihan bahan bakar. Di beberapa SPBU, diskusi tentang kenaikan ini menjadi topik pembicaraan.

Banyak yang merasa tersinggung karena Penumbuhan Pertamax mencapai Rp4.000 per liter dibanding harga sebelumnya Rp12.300. Satu pengguna, Asep Ahmad (33), yang setia memanfaatkan Pertamax untuk Yamaha Vixion, mengaku menghitung ulang biaya bulanan. “Biasanya isi Rp100 ribu untuk delapan liter, dalam sebulan bisa habis Rp300 ribu,” ujarnya setelah isi Pertalite di SPBU.

Meskipun Pertamax lebih efisien dan nyaman untuk mesin, kenaikan harga terburuk memicu pergerakan ke Pertalite. Asep mengakui kualitas Pertamax lebih baik, tetapi biaya yang tinggi membuatnya menghitung ulang keputusan. “Kalau pindah, sayang karena Pertamax lebih enak. Tapi Rp4.000 per liter sekarang cukup drastis,” katanya.

Kondisi ini menciptakan dilemme bagi pengguna BBM non-subsidi: membeli bahan bakar berkualitas atau mengelola anggaran rumah tangga. Konsumen yang dulu loyal mulai diuji kesetiaan mereka.

Pertamina Patra Niaga menjelaskan penyesuaian harga bertujuan menjaga kualitas layanan dan ketahanan pasokan energi nasional. Penyesuaian ini diatur berdasarkan evaluasi berkala yang mempertimbangkan kondisi pasar minyak dunia. Corporate Secretary, Roberth MV Dumatubun, menegaskan ini bagian dari strategi tata kelola energi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan