Dedi Rizal, Pemuda Montasik yang Memutuskan dari Bisnis Ternak Ayam

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

“Begitu pula, Dedi Rizal atau yang dikenal Akhi menilai kandang ayam sebagai lebih dari sekadar usaha. Dimana ia belajar ketekunan, membangun harapan, serta mendukung kehidupan keluarga serta generasi muda di desa. Mulai dari satu kandang sederhana, usaha ternak ini telah menjadi fondasi hidup sejak masa kuliah.”

Di Aceh Barat, Akhi memilih tetap di desa meski banyak remaja yang merantau atau mencari pekerjaan di kota. Dari awal tahun 2012, ia membangun usaha ternak ayam pejantan yang kini menjadi sumber hidup bagi keluarga dan masyarakat Aceh Barat. Kandangnya bukan hanya menyimpan ayam, tetapi menyimpan cerita perjuangan seorang pemuda yang tak menyerah menghadapi tantangan dunia usaha.

“Saya mulai pelan-pelan sejak kuliah karena percaya ternak ayam punya potensi besar karena kebutuhan masyarakat sehari-hari,” restingi Akhi saat ditemui media di kandang. Usaianya dimulai kecil, menuntut keahlian dalam memelihara ayam pejantan. Akhi juga mencoba ternak petelur untuk memperluas pengalaman.

Memelihara ayam memerlukan usaha teliti. Dari penjaga kesehatan, pengatur suhu kandang, hingga pakan yang konsisten. Ayam dimiliki selama 30–45 hari sebelum dijual. Harganya bervariasi tergantung pasar. “Kalau harga bagus, peternak senang, sedangkan kadang harga turun sementara biaya pakan naik,” menjelaskan Akhi.

Sekarang, Akhi mengelola empat kandang dengan kapasitas 1.300–2.00

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan