LSMI HMI CabangTasikmalaya Meningkatkan Literasi di Generasi yang Sering Menggunakan Layar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Ketika layar digital semakin mendominasi, LSMI HMI Tasikmalaya mempersatukan generasi dengan kegiatan diskusi buku. Malam Jumat (22/5/2026), mereka menyelenggarakan bedah buku “Penggalan Cerita” karya M. Sukri Ruslan di Sanggar LSMI. Acara ini tidak hanya menyajikan isi buku, tetapi juga mengajak partisipan untuk berbagi pengalaman menulis, refleksi kreatif, dan membaca puisi.

Kegaianannya berlangsung dalam suasana emosional, di mana kader HMI, perwakilan komisariat, dan masyarakat umum berbagi pandangan. Kata Cepi Sultoni, Direktur Eksekutif LSMI, mengakui karya M. Sukri Ruslan memiliki kedalaman emosional yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Buku ini mencerminkan perjuangan, kehilangan, hingga harapan yang banyak orang rasakan,” ujarnya.

Keberadaan LSMI Tasikmalaya menjadi respons terhadap gaya hidup generasi muda yang lebih terpadu dengan teknologi. Tanggapan mereka, “Jangan biarkan diskusi digital menggantikan percakapan langsung,” menggambarkan ketakutan akan kehilangan nilai tradisi berpikir bersama.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa 35% masyarakat muda di Indonesia mengalami ketidakjelasanya dalam memahami teks kompleks karena keberadian media sosial. Studi dari Universitas Indonesia mengungkapkan bahwa kegiatan literasi langsung meningkatkan kemampuan kritis 40% dibandingkan belajar melalui layar.

Kasus di Bandung menunjukkan bahwa liburan membaca bersama meningkatkan kepuasan hidup siswa 65%. LSMI Tasikmalaya berharap modelnya menjadi参考 untuk daerah lain. Infografis tentang pengaruh diskusi buku terhadap penguasaan bahasa Indonesia mungkin membantu menyebarkan pesan.

Di era digital ini, literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga mempertahankan kemampuan berdialog. Teruskan budaya pertemuan fisik, karena itu adalah fondasi untuk tidak kehilangan konteks manusia di tengah gawai.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan