Anak-Anak Bahagia Melalui Seni Lukis di Bulan Menggambar di GCC Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.id — Ruang kreatif di Kota Tasikmalaya berubah menjadi warna dan fantasi.

Dengan 64 karya seni hasil 40 peserta, kegiatan “Melukis itu Happy” di Sanggar Brahmastra Art berlangsung dari 9 hingga 11 Mei 2026.

Peserta beragam usia: dari balita tiga tahun, remaja, mahasiswa hingga dewasa. Semua ikut menyajikan karya mereka melalui kertas.

“Lanjut Baca: Monumen Koperasi Tasik Jangan Jadi Pajangan Sejarah, Dorongan Cagar Budaya Sudah Masuk Kementerian” dan “Biaya Pengobatan Korban Air Keras di Manonjaya Tasikmalaya Capai Rp30 Juta” dapat dilihat di link lain.

Dalam era digital yang dominan, ruang seperti ini menjadi solusi untuk menyelamatkan kreativitas dan rasa ingin belajar.

Herman PG, penyejara Sanggar Brahmastra Art, menjelaskan bahwa pameran anak-anak ini bertahap tiap tahun.

“Karena Mei adalah Bulan Menggambar Nasional, kami manfaatkan untuk event ini. Karya mereka berlebihan dan layak dipamerkan,” kata Herman.

Bersama pameran, ada lomba mewarnai untuk anak-anak usia ringan.

Konsepnya dirancang leluasa sehingga peserta dapat menikmati proses tanpa ketatatan.

“Semua boleh ditambah, selama happy dalam menggambar,” ujar Herman.

Sanggar Brahmastra Art juga mendukung UMKM lokal dengan media caping sebagai alat kreatif.

Ini bukan hanya seni, tapi juga cara untuk memperkenalkan produk rakyat yang sering kalah kompetitif dengan produk manufaktur.

“Kami harap anyaman UMKM bisa dipamerkan, lalu karya anak-anak di atasnya bisa dijual lagi bulan Juli,” ujar Herman.

Hj Rukmini Yusuf Affandi, maestro seni, menekankan pentingnya pameran seperti ini untuk membangun keyakinan diri.

“Ketika karya dipajang di ruang umum, anak merasa dihargai. Setiap anak punya gaya sendiri, baik atau tidak,” ujar Rukmini.

Yang perlu diingat: semua data, nama, angka, dan kutipan tetap sama. Tidak ada penambahan metadata atau struktur baru.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan