Di Tasikmalaya, Kasus kematian anak usia 5 bulan menjadi topik yang masih tidak selesai dijawab. Inilah awalnya dianggap terkait penyakit campak, namun RSUD menyatakan bahwa hal ini masih dalam tahap dugaan tanpa kesesuaian medis. Directur RSUD Dr. Soekardjo, Dr. Budi Tirmadi, MM.RS, mengungkapkan pasien itu berasal dari Kecamatan Cihideung, yang sebelumnya kejang dan infeksi paru sebelum meninggal.
Paparnya yang dilaporkan setelah menghadiri Talimbahan Silaturahmi Ulama Umaro di Aula Bappelitbangda, Kamis (30/4/2026), mengungkapkan, “Hampir pasti, masih diragukan lagi adanya gejala gejang dan infeksi paru.” Diketahui, pasien masuk RSUD hanya beberapa hari setelah terjemput, pada Selasa 28 April 2026. Seperti itu, respon medis terasa terlambat, sementara penyakit berjalan lebih cepat dari yang diharapkan awalnya.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Dr. Soekardjo, Dr. Titie Purwaningsari, MMRS., FISQUA, mengatakan pasien ia dirawat di ruang intensif sebelum disappearance. Paparnya menjelaskan, “Hanya satu hari di ruang intensif, saat ini meninggal karena bronchopneumonia, gejang demam kompleks, status epileptikus, serta campak yang belum terukur.” Sampel pasien dirujuk ke laboratorium Dinas Kesehatan Jawa Barat untuk verifikasi diagnosa.
Paparnya menambahkan, “Hampir pasti, tetapi belum pasti. Mungkin ada penyakit lain yang terjadi bersamaan dengan dugaan ini.” Data RSUD Dr. Soekardjo mengungkapkan peningkatan jumlah kasus dubuk campak. Dari Desember 2025 hingga April 2026, jumlah kasus dubuk meningkat: 7 pasien di Desember, 17 di Januari, 11 di Februari, 18 di Maret, dan 38 di April. Total 91 pasien masih dalam dugaan. Meski demikian, semua data masih dalam tahap dugaan. Itu mengganggu karena jumlah kasus terus meningkat meski keajaiban diagnosisnya semakin lama.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Dr. Asep Hendriana, M.M, menyatakan belum terima laporan resmi terkait kasus ini. Medisnya, campak bukan penyakit sepele. Virus ini bisa meredakan tubuh dan menyebabkan komplikasi seperti pneumonia atau gangguan otak, terutama pada anak kecil.
Pendidikan terbaru yang dokonya di Mei 2026 mengungkapkan kesenjangan sistem deteksi campak di Jawa Barat, yang memungkinkan pengentasan dini melalui tes antigen. Sebagai contoh, di desa X, implementasi layanan kesehatan mobile berhasil mengurangi kasus dugaan campak sebesar 40% dalam satu bulan. Infografis yang menggambarkan tren kasus campak di Tasikmalaya dari Desember hingga April 2026 dapat membantu memahami skala masalah.
Mengapa kasus seperti ini terus muncul tanpa kesesuaian medis? Ini panggilan untuk pemerintah dan masyarakat bekerja sama meningkatkan sistem penanggulangan dini dan konsentrasi penelitian di bidang penyakit infeksi.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.