Lahan Sekolah Rakyat di Tasikmalaya Tetap 3 Titik dalam Proses Dikaji

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.ID — Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di kota Tasikmalaya masih menghadapi kendala utama. Saat dugaan program sosial sudah lama diselenggarakan, keputusan terkait lokasi masih belum jelas.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengakui masih ada sekitar tiga lokasi yang diperiksa. Beberapa dari mereka terletak di daerah Tamansari dan Bungursari. Hal ini terungkapkan Diky setelah menerima 19 mahasiswa serta dosen pengasihat dari Poltekesos Bandung untuk praktik di SR Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, Senin (27/4/2026).

Namun, masalah teknis menjadi penghalang yang sulit disinggungkan. “Lokasi harus diperiksa dengan tepat, agar tidak memerlukan proses cut and fill yang mahal. Biaya bisa mencapai Rp2 hingga Rp3 miliar, dan hal itu bisa mengganggu,” kata Diky, Senin (27/4/2026).

Anggaran untuk pembebasan lahan sudah disiapkan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Namun, jika lokasi yang dipilih memerlukan penanganan lahan besar, biaya tambahan mungkin meningkat. “Jangan sampai anggaran sudah ada, tapi tergeser karena harus meratakan tanah,” pandangnya, dengan nada sambil 비판.

Diky menegaskan bahwa proyek ini bukan hal baru. Konsep SR ini telah diproposikan sejak era Pelaksana Tugas (Plt) Dinsos Ely Suminar sebagai solusi pendidikan inklusif. Meskipun manfaatnya seperti pembangunan dan perputaran ekonomi sudah terjanjikan, pencegahan karena lokasi tidak tentu masih menjadi penghalang.

Aktivitas di SR Terintegrasi tetap berjalan meski ketidakpastian. “Kita siap berpejuang di lapangan, tapi keputusan di tangan pimpinan daerah,” ujar Diky.

Proses pemilihan lokasi SR ini masih menjadi agak menghalangi pengerjaan. Hasil penelitian tidak bisa mengakui dengan pasti, sehingga risiko anggaran tersedot atau program lain terpinggir.

Dari segala tantangan, Diky dan tim tetap berkomitmen. “Kalau kami siap, pejuang lapangan. Tapi kebijakan ada di pimpinan,” katanya.

Meski SR ini bukan ide baru, manfaatnya belum terindah karena kesulitan dalam menentukan lokasi. Diky berharap keputusan cepat dari kepala daerah agar proyek bisa berjalan lancar.

Masa depan sekolah ini tergantung pada keputusan yang diperkuat dengan location yang tepat. Tanpa klarifikasi ini, manfaatnya bagi masyarakat dan ekonomi lokal tetap tak terwujud. Semakin lama, semakin membahas pentingnya persiapan tepat untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan