Pengungkapan Resmi Pembukaan Kopi Biji Kota Tasikmalaya dan Aktivasi Kafe Picu Optimisme Ekonomi Kreatif

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.ID – Penambahan Kopi Biji di Jalan Sutisna Senjaya, samping Kantor Cabang Bank Indonesia di Tasikmalaya, pada Sabtu (25/4/2026), memperpanjang jumlah kafe di kota ini. Fenomena ini dipertimbangkan pemerintah sebagai sinyal positif perkembangan ekonomi kreatif.

Wali Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menjelaskan wilayahnya termasuk salah satu daerah dengan jumlah kafe terbanyak di Jawa Barat. Lokasinya ada di posisi kedua setelah Bekasi. “Kalau penambahan ini terjadi, berarti aktivitas semakin besar. Tapi kita sangat syukur. Ini tanda pergerakan ekonomi di sektor kreatif yang berjalan,” ujarnya.

Wilayah ini dikenal sebagai pusat fulminan economi di Jawa Barat. Kadang, Kota Tasikmalaya menjadi tujuan untuk berbagai artis nasional. Diky menambahkan, keberagaman warga menjadi kekuatan utama yang menarik pengunjung. “Orang Tasik harus jadi tuan rumah yang baik. Senyum itu kekuatan kita untuk menyambut tamu,” katanya, menyoroti nilai emosional di tengah tren ngopi.

Founder Kopi Biji, Restu Lestari, mengakui perencanaan kopi ini di Tasikmalaya selama dua tahun. Ia menilai kota ini sebagai pusat ekonomi Priangan Timur dengan pasar yang menjanjikan. “Dari awal, kita melihat pasar di Tasikmalaya sangat menarik. Alhamdulillah, sekarang bisa terwujud,” tegasnya.

Kopi Biji mengikuti konsep umum yang bisa diselenggarakan untuk berbagai kalangan. Selain kopi, tempat ini juga menyediakan makanan berat, camilan, hingga produk bakery hasil produksi sendiri. Proses pengolahan kopi dilakukan dari biji mentah hingga siap saji, termasuk roasting mandiri.

Menu utamanya mengacu pada hidangan khas Nusantara “Se’i Sapi” dari NTT. Kapasitas tempat mencapai 100 pengunjung, lengkap dengan fasilitas meeting room, musala, dan area parkir luas. Ruang pengunjukan dibagi menjadi dua konsep: area keluarga (indoor dan private room) serta area anak muda (outdoor).

Dengan konsep inovatif ini, Kopi Biji menjadi contoh bagaimana pengembangan bisnis lokal dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi kreatif. Ini mengajak kita untuk mengembangkan potensi di Tasikmalaya dengan memanfaatkan keunikan budaya dan lingkungan kota.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan