KolamKurus dan Ikan Raib: Penyebaran Senyap Maling di Mangkubumi Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.ID – Tindakan pencurian dengan cara “sederhana namun menarik” memicu ketakutan di masyarakat Gunung Kondang, Kelurahan Mangkubumi. Kolam ikan milik warga tiba-tiba kering, dan ikan-ikan yang menjadi camilan mereka lena pulang. Kejadian ini baru terdeteksi saat pagi Kamis (23/4/2026), ketika warga yang ingin memastikan kondisi kolam menemukan airnya berkurang drastis, sisa hanya ikan kecil yang tak bisa melindungi pelaku.

Ketua RW 07, Eka Hendra, menjelaskan laporan baru diterima satu hari setelah terjadi. Ia menjelaskan, di RWnya hanya satu kolam yang dipengaruhi, sementara dua kolam lain terletak di RW lain tetapi masih dalam satu blok. “Air di RW saya milik Bu Haji Ade sudah dibuka, kolamnya kering. Di blok ini ada tiga kolam yang terancam”, ujarnya Jumat (24/4/2026).

Jenis ikan yang ditipu antara nila, ikan emas, hingga mujair—komoditas penting bagi warga bukan hanya sebagai sumber penghasilan, tetapi juga tabungan hidup. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp1,5 juta.

Salah satu kekakuan ini adalah kecepatan pelaku. Saat dicek, masih ada ikan kecil tersisa, berarti tindakan ini “setengah matang”. Seolah pelaku berharap kolam warga tidak akan diperiksa lebih lanjut.

Di RW 08, Jojo Arman, 78 tahun, juga mengungkapkan kolamnya terbuka, tetapi ikan-ikan belum selesai diambil. “Saya juga nemu linggis di sekitarnya”, ujarnya. Temukan linggis itu jadi bukti kuat bahwa tindakan ini berdampak signifikan, meski warga masih merasa penuh ketakutan.

Setelah kejadian, warga belum melaporkan ke polisi. Mungkin karena nilai kerugian dianggap kecil atau harapan pelaku akan mengembalikan ikan-ikannya. Namun, realitas menunjukkan hal yang berbeda.

Kasus ini mengingatkan kita bahwa keamanan komunitas tidak boleh diabaikan. Bahkan aktivitas krimin kecil yang terlihat tidak berbahaya bisa berdampak besar. Semua orang perlu lebih waspada, terutama terhadap kekayaan lingkungan. Jangan tunggu saat terlalu lama—agasi cepat dan berkelanjutan adalah kunci untuk melindungi apa yang kita miliki.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan