Lokasi MemengaruhiKonsekuensi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pembangunan Sekolah Rakyat di Tasikmalaya memerlukan aliran anggaran yang signifikan, yang secara tidak langsung memengaruhi pengalokasian dana untuk program pemerintah lain. Pemerintah Kota Tasikmalaya perlu memastikan proses pengadaan lahan dilakukan secara strategis, dengan memperhitungkan prinsip efisiensi biaya dan dampak bagi proyek lain.

Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tasikmalaya, Arif Abdul Rohman, menekankan bahwa pergeseran anggaran untuk pendidikan rakyat bukan hal yang mudah. Selain biaya yang tinggi, ada risiko pengaruh terhadap program sosial atau kebutuhan umum. “Jangan sampai mengorbankan proyek penting lainnya,” menegaskannya dalam undangan ke Radar.

Penentuan lokasi sekolah juga menjadi perhatian. Tidak boleh dipilih hanya berdasarkan strategis atau dekat pusat kota, karena konsep sekolah rakyat mengutamakan keamanan siswa. “Meskipun di pinggir kota juga bisa, karena siswa tidak perlu pulang pergi setiap hari,” menjelaskannya.

Program ini didukung oleh tujuan meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga dengan ketertarikan ekonomi terbatas. Namun, penyelenggaraan harus profesional. Ketentuan di APBD 2026 tidak mencakup pembebasan lahan, sehingga perlu pergeseran dari APBD perubahan. Ketua Komisi III DPRD, Anang Sapaat, mengungkapkan hal ini bersifat wajib, karena anggaran murni 2026 belum teralokasi.

Data dari APBD menunjukkan pengadaan lahan masih menjadi tantangan. Perubahan anggaran hanya bisa dilakukan jika memenuhi syarat KUAPPAS. Jika tidak, penanganan akan menghalangi rencana lain yang juga penting.

Membangun infrastruktur pendidikan seperti sekolah rakyat adalah investasi jangka panjang. Namun, pengelolaan anggaran harus diatur dengan cermat agar tidak mengganggu proyek lain yang juga vital bagi masyarakat. Prioritas pembangunan harus diimbangi dengan kebutuhan segenap komunitas.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan